Menu
Sign in
@ Contact
Search

Astra Siapkan Investasi Rp 13,6 Triliun

Kamis, 3 Maret 2016 | 20:33 WIB

JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan total belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 13,6 triliun tahun ini, naik 38,77% dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 9,8 triliun. Lini bisnis infrastruktur dan logistik mendapatkan alokasi paling besar, yakni 39%.

 

Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti mengatakan, anak usaha perseroan, PT United Tractors Tbk (UNTR), mengantongi porsi capex senilai Rp 3 triliun. Dana itu akan digunakan untuk memperpanjang usia alat berat yang ada.

 

Capex United Tractors itu di luar investasi mereka di bisnis pembangkit listrik,” kata Tira kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (2/3).

 

Tira menegaskan, divisi bisnis otomotif memiliki porsi capex senilai Rp 2,7 triliun. Anggaran tersebut bakal diserap untuk pengembangan jaringan. Sementara itu, pada bisnis perkebunan, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menerima porsi capex Rp 2 triliun.

Astra International juga terus melanjutkan proyek infrastruktur jalantol serta properti dengan alokasi capex masing-masing Rp 1,3 triliun dan Rp 1,6 triliun. Sedangkan, sisa

Rp 3 triliun akan dikucurkan untuk bisnis logistik, jasa keuangan, serta teknologi informasi.

 

Menurut Tira, seluruh sumber pendanaan capex berasal dari kas internal. Akhir tahun lalu, perseroan membukukan surplus kas hingga Rp 5,3 triliun. “Cash balance kami juga berakhir sebesar Rp 27 triliun. Jadi cukup kuat untuk bisa mendukung pertumuhan bisnis ke depan,” terang dia.

 

Sementara itu, Astra Agro berencana menerbitkan hingga 450 juta saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target perolehan dana Rp 4 triliun. Manajemen akan meminta persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 April 2016 untukaksi rights issue tersebut

 

Astra International, yang menguasai79,68% saham Astra Agro, bertindak sebagai pembeli siaga. Jika pemegang saham minoritas tidak melaksanakan haknya atas saham baru, kepemilikan pemegang saham tersebut bakal terdilusi menjadi 15,8% dari 20,32%.

 

Dengan rights issue, Astra Agro berharap dapat melakukan pelunasan kewajiban utang. Aksi ini diperkirakan mampu mengurangi biaya bunga, menurunkan gearing level, sehingga memperkuat neraca keuangan perseroan. Dana hasil rights issue juga diharapkan dapat meningkatkan modal keseluruhan untuk pengembangan dan kegiatan operasional yang sedang berjalan.

 

Tira menjelaskan, meskipun posisi kas Astra selaku induk usaha cukup besar, tidak seluruhnya diperuntukkan untuk rights issue Astra Agro. “Jadi, kami harus pikirkan juga rencana pengembangan divisi bisnis lainnya,” pungkas dia.

 

Seperti diketahui, divisi agribisnis Astra merupakan salah satu yang mengalami penurunan kinerja paling tajam dibanding divisi lainnya akhir tahun lalu. Astra Agro membukukan laba bersih Rp 619 miliar, turun 75% dibanding tahun sebelumnya.

 

Harga rata-rata CPO mengalami penurunan sebesar 16% menjadi Rp 6.971/kg dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sementara penjualan CPO menurun 24% menjadi 1 juta ton, dan penjualan olein meningkat 62% menjadi 412.000 ton.

 

Selain Astra Agro, laba bersih PT Bank Permata Tbk juga turun signifikan. Perseroan mencatat penurunan laba bersih sebesar 84% menjadi Rp 247 miliar, seiring dengan meningkatnya provisi kerugian pengucuran kredit sebagai konsekuensi dari peningkatan kredit bermasalah menjadi 2,7% (tahun 2014: 1,7%), meskipun pendapatan bunga bersih tercatat meningkat 14%.

Editor :

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com