Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi.  Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

16 Perusahaan akan IPO Tahun Ini

Rabu, 14 Agustus 2019 | 06:58 WIB

JAKARTA, investor.id –  Ketidakpastian global yakni adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-Tiongkok dan isu global lainnya, diprediksi akan membuat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) melambat dalam beberapa hari ke depan.    

Meskipun demikian, berdasarkan data BEI, sebanyak 16 perusahaan dari berbagai sektor tetap berniat melangsungkan IPO saham tahun ini. Mayoritas calon penghuni baru bursa tersebut menggunakan dasar valuasi laporan keuangan Maret- April 2019.

Berdasarkan data BEI yang dirilis akhir pekan lalu, masih ada dua calon emiten yang tetap terdaftar, atau belum menyatakan mundur dengan menggunakan laporan keuangan Desember 2018. Mereka adalah PT Dana Brata Luhur yang bergerak di sektor pertambangan, dan PT Itama Ranoraya yang berkecimpung di sector perdagangan dan jasa.

Sementara itu, tiga calon emiten sudah menunjuk PT Kresna Sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter) atas aksi IPO mereka. Tiga perusahaan tersebut adalah, PT Telefast Indonesia, PT Digital Mediatama Maxima, dan PT Gunung Raja Paksi.

Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto mengatakan, sejauh ini rencana IPO ketiga perusahaan tersebut berjalan sesuai jalur, yang telah dicanangkan sebelumnya.

“Telefast Indonesia yang akan listing lebih dahulu. Rencananya perseroan akan merilis prospektus dan dilanjutkan pada masa penawaran di minggu ketiga Agustus ini,” jelas dia, baru-baru ini.

Tercatat, Telefast Indonesia merupakan anak usaha dari PT M Cash Intergrasi Tbk (MCAS), atau cucu usaha dari PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN). Sementara itu, entitas usaha Kresna yang lain yakni PT Digital Mediatama Maxima menggunakan dasar vauasi laporan keuangan 30 April 2019.

Sebelumnya, Managing Director Kresna Graha Investama Suryandy Jahja mengatakan, Digital Mediatama merupakan anak usaha PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), yang merupakan bagian dari grup perseroan. Perusahaan ini diproyeksikan bakal melepas hingga 30% saham dengan target dana sekitar Rp 300-Rp 500 miliar.

“Susunan kepemilikan pada Digital Mediatama ini adalah 30% saham milik NFC, PT M Cash Integrasi (MCAS) punya 5% saham, Kresna Private Equity ada 25%, dan temanteman founder yang lain memiliki 40%,” jelas dia.

Adapun, produsen lembaran baja Gunung Raja Paksi menggunakan dasar valuasi 31 Maret 2019. Perusahaan baja ini berniat melepas 10% saham dengan target dana lebih dari Rp 1 triliun.

Apabila berjalan mulus, Gunung Raja Paksi berpotensi menjadi emiten dengan raihan dana IPO terbesar kedua, setelah PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) go public pada 9 Juli kemarin dengan perolehan dana Rp 4,76 triliun.

Data BEI teranyar juga menunjukkan empat perusahaan di sector proper ti dan real estate berminat menjadi penghuni bursa baru tahun ini. Mereka adalah, PT Bhakti Agung Propertindo, PT Dynatal Tatapersada Sampurna, PT Nusantara Almazia, dan PT Alamanda Investama.

Sedangkan pada sektor industry dasar, muncul nama PT Optima Prima Metal Sinergi, yang tercatat sebagai salah satu perusahaan besi scrap terbesar di Indonesia serta PT Saraswanti Anugerah Makmur.

Selanjutnya, ada PT Trinitan Metals and Minerals yang bergerak di bisnis pengelolaan logal dan mineral dan berlokasi di Bogor, Jawa Barat.

Dari sektor aneka industri, ada PT Gaya Abadi Sempurna, PT Ifishdeco di sektor tambang, dan PT Meka Adipratama di sektor jasa juga berniat melantai di BEI.

Sebagai informasi, satu calon emiten yakni PT Kencana Energi Lestari sedang melangsungkan proses penawaran umum sejak 9 Agustus-14 Agustus. Perseroan yang begerak di bisnis pembangkit listrik energy terbarukan ini menargetkan listing di BEI pada 20 Agustus.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA