Menu
Sign in
@ Contact
Search

Weha Transportasi Beli Bus Baru Sebesar Rp 45 Miliar

Senin, 12 Jun 2017 | 14:53 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA - PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) menyiapkan dana senilai Rp 45 miliar untuk membiayai pembelian bus jenis baru Super Hi-Deck tahun ini. Pendanaan berasal dari kas internal dan pinjaman dari perusahaan pembiayaan.


Direktur Utama Weha Transportasi Angreta Chandra mengatakan, pembelian bus baru tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan guna mempertahankan pelanggan. "Kami ingin meremajakan sebanyak 28 unit bus yang digunakan untuk lini usaha bus pariwisata dan 12 unit untuk lini usaha intercity shuttle," ujarnya pada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Advertisement


Dia menjelaskan, perseroan sudah merealisasikan setengah dari jumlah unit bus yang diremajakan hingga Juni 2017. Peremajaan ini diharapkan berdampak positif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.


Sementara itu, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Weha Transportasi Edgar Surjadi mengatakan, perseroan menunjukkan posisi keuangan yang terus membaik, seperti rasio utang terhadap ekuiti (debt equity ratio /DER) mencapai 67%, turun signifikan dibandingkan akhir 2016 sebesar 196%. Perseroan juga menargetkan peningkatan pendapatan menjadi Rp 145 miliar tahun ini.


Hingga kuartal I-2017, perseroan membukukan penurunan penjualan bersih sebesar 16,3% menjadi Rp 30,7 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 36,7 miliar. Laba bersih tumbuh menjadi Rp 78 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu terdapat kerugian sebesar Rp 2,2 miliar.


Kenaikan laba dipicu atas divestasi sebanyak 40% saham pada perusahaan travel asal Jepang, yaitu JTB Group, senilai Rp 120 miliar. "Diterima akhir Maret 2017 lalu sehingga ada keuntungan Rp 107 miliar," kata dia. Akibatnya, terjadi penurunan total aset dari sebelumnya Rp 304,9 miliar menjadi Rp 302,5 miliar.


Tahun ini, perseroan akan melakukan perampingan pada unit kendaraan yang tidak digunakan. Angreta menuturkan, perampingan berdampak terhadap penjualan aset sebanyak 700 unit taksi tahun lalu. "Ada 500 armada yang usia pakainya sudah selesai tahun ini, kami akan pertimbangkan untuk jual lagi," kata dia.


Saat ini, unit bisnis utama perseroan yakni penyewaan bis telah beroperasi di Jakarta, Jogjakarta, Bali, Semarang, dan Palembang dengan tingkat utilisasi 55%. Edgar menjelaskan, hal ini disebabkan rendahnya permintaan pada hampir tiap kuartal pertama. "Januari terendah permintaan, kami akan kejar di kuartal II dan kuartal III," ungkapnya.


Angreta menambahkan, keadaan perekonomian global dan domestik yang masih belum menentu dan relatif sama dengan tahun sebelumnya menyebabkan tekanan pada industri transportasi. Dengan demikian perseroan memaksimalkan strategi pada bisnis inti dan memaksimalkan operasi di tempat beroperasi. (c01)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com