Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tulus Santoso, Sekretaris Perusahaan Ciputra Development.

Tulus Santoso, Sekretaris Perusahaan Ciputra Development.

Ciputra Development Bukukan Marketing Sales Rp 2,63 Triliun

Jumat, 16 Juni 2017 | 04:50 WIB
DKA

JAKARTA – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan marketing sales periode Januari-Mei 2017 sebesar Rp 2,63 triliun. Adapun, sepanjang 2017 perseroan menargetkan dapat membukukan marketing sales sebesar Rp 8,5 triliun, naik 18,05% dibanding realisasi tahun lalu Rp 7,2 triliun.

Direktur Ciputra Development Tulus Santoso menyatakan, perseroan memprediksi pencapaianmarketing sales pada 2017 akan terdiri atas kontribusi proyek yang sudah ada sebesar Rp 7 triliun dan Rp 1,5 triliun dari proyek baru.

Kemudian, perseroan juga berencana membukukan penjualan lahan sebanyak 30% dari total target marketing sales tahun ini. Oleh sebab itu, ia memaparkan, hingga akhir Mei lalu pihaknya sudah membukukan penjualan lahan sekitar 50 hektare (Ha).

“Namun, keseluruhan marketing sales (periode Januari- Mei 2017) yang kami bukukan sebesar Rp 2,63 triliun. Dari sisi prospek semester II-2017, perseroan meyakini keadaan akan jauh lebih baik,” ujar Tulus di Jakarta, Kamis (15/6).

Adapun, pada Mei lalu, Ciputra Development telah meluncurkan dua proyek baru, yakni Citra Land di Cibubur, dan Citra Land Talassa City di Makssar. Dari sisi penjualan, perseroan mencatat, Citra Land Talassa City yang merupakan proyek landed residential sudah ada penjualan sebanyak 170 unit, sedangkan melalui Citra Land di Cibubur emiten ini sudah menjual 157 unit sampai Mei lalu.

Di samping landed residential,Tulus memaparkan, sebelum akhir tahun ini perseroan juga akan meluncurkan Sadana – Ciputra Beach Resort, The Newton 2 – Ciputra World 2 Jakarta Extention, The Suites Apartemen – Ciputra World 2 Jakarta, dan Citra Plaza Batam. Khusus Sadana dan Citra Plaza Batam, keduanya merupakan proyek Ciputra Development yang dijalankan dengan mekanisme pendirian perusahaan patungan (joint venture/JV).

Perihal rencana ke depan, Tulus mengaku, pihaknya masih membuka potensi jika ada pihak yang berniat bekerja sama dengan pihaknya. Hanya hingga kini, belum ada rencana JV baru yang sudah mendekati tahap finalisasi.

“Kami terus mencari, dan terbuka untuk peluang JV baru tapi belum ada lagi sejuah ini,” tegas dia.

Adapun, seiring dengan rencana penjualan lahan, pada saat yang sama emiten berkode CTRA ini telah melakukan pembelian cadangan lahan (landbank). Menurut Tulus, sampai Mei lalu pihaknya sudah melakukan pembelian lahan kisaran 50-60 Ha.

“Pokoknya begitu kami menjual lahan, tidak lama perseroan akan langsung menambah lahan kembali,” jelas dia.

Terkait dengan lahan, Tulus menyatakan, sebanyak 50% dari total belanja modal (capital expendicture/capex) Ciputra Development yang sebesar Rp 1,5 triliun akan dialokasikan untuk penambahan lahan. Hanya ia tidak dapat memprediksi luas lahan yang akan diakuisisi ke depan, sebab setiap daerah memiliki harga tanah yang berbeda.

“Intinya, penambahan lahan akan kami lakukan untuk wilayah yang sudah ada proyek perseroan. Misalnya itu, di kawasan Citra Raya di Tangerang,” papar dia.

Untuk memenuhi kebutuhan anggaran capex tahun ini, menurut Tulus, pihaknya akan menggunakan skema 50% dana internal dan sisanya menggunakan pinjaman dari perbankan. Meski belum dapat memaparkan proyeksi pengambilan kredit dari bank pada sisa 2017 ini, ia mengakui, perseroan juga tengah mengkaji rencana refinancing sebagai bagian dari strategi menurunkan biaya dana (cost of fund).

Pasalnya, belakangan ini tren suku bunga kredit perbankan sudah mulai kembali menurun. “Ya, kami ada pertimbangan soal itu,” tutur dia.

Berdasarkan laporan keuangan, Ciputra Development masih memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 3,32 triliun sampai Maret 2017. Kemudian, pada akhir 2016 emiten ini mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 10,25% (YoY) dari Rp 7,51 triliun menjadi Rp 6,74 triliun.

Selanjutnya, dari sisi laba bersih perseroan mencatatkan penurunan sebesar 48,53% (YoY) dari Rp1,28 triliun menjadi Rp 861,76 miliar.

Sejalan dengan laba bersih yang diraih pada 2016, usai rapat umum pemegang saham (RUPS) pihak Ciputra Development mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 118,70 miliar dengan ketentuan Rp 6,75 per saham.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN