Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

17 Saham Pilihan 2018

Oleh Devie Kania dan Grace Eldora, Rabu, 6 Desember 2017 | 13:48 WIB

JAKARTA – Kalangan analis merekomendasikan sebanyak 17 saham yang bisa menjadi pilihan investor pada 2018. Potensi keuntungan (capital gain) dari saham-saham tersebut berkisar 10,7-227%. Saham sektor perbankan, komoditas, konsumsi, serta infrastruktur-konstruksi bakal berkibar.



Saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) tercatat sebagai saham yang berpeluang mencetak gain tertinggi hingga sebesar 227%. Sedangkan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berpotensi membukukan gain terendah di antara saham pilihan tersebut, yaitu sebesar 10,7%.



Adapun beberapa saham lain yang diperkirakan mampu memberikan gain tinggi pada 2018, yakni saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) sebesar 98%, saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar 51,3%, saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) sebesar 46,9%, dan saham PT PP London Sumatra Indonesia (LSIP) sebesar 33,3%.



Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Kiswoyo Adi Joe mengatakan, untuk saham big cap, ia merekomendasikan beli saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).



Selain itu, Kiswoyo menyarankan investor memilih empat saham lain, yang tidak termasuk dalam 10 besar emiten berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Saya memberikan rekomendasi beli untuk saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT),” papar dia di Jakarta, Selasa (5/12).



Kiswoyo menegaskan, saham-saham tersebut berpeluang memberikan gain di atas 10%, jika meninjau harga per 5 Desember 2017. Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 2018 diperkirakan masih berpeluang besar untuk bertumbuh, dengan level tertinggi (resistance) 6.500 dan terendah (support) 5.900-5.800. (jm)



Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/saham-sektor-perbankan-pertambangan-properti-dan-konstruksi/168973

BAGIKAN