Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi indeks harga saham gabungan. Foto: SP/Ruth Semiono

Ilustrasi indeks harga saham gabungan. Foto: SP/Ruth Semiono

Bagaimana Pergerakan IHSG Hari Ini? Berikut yang Perlu Dicermati

Selasa, 2 Juli 2019 | 08:28 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Hari ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi dengan range 6.290-6.468. Resisten jangka menengah di level 6.415 tidak menutup kemungkinan tercapai secara teknikal, namun investor perlu waspada apabila level support 6.290 tertembus. Jika demikian, kemungkinan bagi indeks untuk koreksi jangka menengah. Indikator stochastick berada di area overbought yang menandakan adanya jenuh beli.

Secara teknikal, IHSG kemarin ditutup menguat ke level 6.379,69 atau naik 21,06 poin (0,33%). Indeks membentuk pola candle doji disertai adanya volume. Penguatan IHSG didorong dari sentimen domestik maupun eksternal. Dari eksternal adalah hubungan perang dagang antara AS dengan Tiongkok yang mulai mereda, serta tren penurunan suku bunga acuan bank sentral global.

Advertisement

“Sedangkan sentimen domestik datang dari rilis inflasi periode Juni 2019 yang sebesar 0,55%, inflasi tahunan 3,28%, dan inflasi inti sebesar 3,25% secara tahunan (yoy),” jelas Erdikha Elit Sekuritas dalam ulasannya.

Inflasi inti yang berada di atas ekspektasi mengindikasikan perbaikan daya beli masyarakat Indonesia. Hal ini lantaran inflasi inti sudah mengeluarkan komponen yang bergejolak, yakni harga pangan dan energi.

Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mendorong IHSG menguat di antaranya kenaikan harga SMGR (7,77%), ADRO (5,88%), INTP (3,37%), JSMR (3,05%), UNTR (2,21%), dan TLKM (1,93%). Investor asing tercatat melakukan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 761 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN