Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama BRI Suprajarto bersama Direktur Layanan BRI Osbal Saragi Rumahorbo beserta staf Teras  Kapal Bahtera Seva II di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (25/7). Foto: IST

Direktur Utama BRI Suprajarto bersama Direktur Layanan BRI Osbal Saragi Rumahorbo beserta staf Teras Kapal Bahtera Seva II di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (25/7). Foto: IST

BRI Jajaki Lagi Akuisisi Bank Syariah

Jumat, 26 Juli 2019 | 09:40 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

NUSA TENGGARA TIMUR, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali mengkaji rencana akuisisi bank syariah. Aksi tersebut bakal menambah daftar ekspansi perseroan secara anorganik.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, pengkajian untuk mengakuisisi bank syariah masih dalam tahap awal. Sehingga, pihaknya menilai terlalu dini untuk membicarakan besarnya anggaran untuk aksi akuisisi tersebut.

“Mungkin tidak langsung terealisasi di tahun ini, kita akan lihat peluangnya tahun depan. Tapi kami sudah lihat-lihat dari sekarang,” jelas Suprajarto di sela kunjungan ke Teras Kapal Bahtera Seva II di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (25/7).

Menurut Suprajarto, pihaknya juga masih menghitung porsi saham yang potensial dibeli dari para pemilik bank syariah swasta dalam negeri. Menurutnya bisa di atas 50% atau di bawahnya asalkan perseroan menjadi pemegang saham pengendali.

Dia menambahkan, rencana akuisisi ini boleh dikatakan sejalan dengan imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kondolisasi perbankan, utamanya bank-bank kecil agar mampu bersaing. Sementara di sisi perseroan, pihaknya melihat ini bisa menjadi peluang bagi perseroan membesarkan unit usaha syariah yang selama ini dikelola oleh BRI Syariah.

Sebagai informasi, tahun lalu, BRI sempat muncul sebagai salah satu investor strategis yang berniat mengakuisisi PT Bank Mualamat Tbk. Namun, akhirnya pemegang saham Bank Mualamat menjatuhkan pilihan kepada Al Falah Investments Pte Ltd untuk menguasai 50,3% saham bank syariah tersebut.

Adapun akuisisi teranyar yang dilakukan BRI adalah saat perseroan melakukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales and Purchase Agreement/CSPA) untuk mengakuisisi PT Bringin Sejahtera Artha Makmur (BRINS) pada Juni kemarin. Aksi ini diharapkan rampung pada September 2019.

Dalam proses akuisisi tersebut, perseroan akan mengambil alih kepemilikan 90% saham BRINS dengan nilai Rp 1,04 triliun atau setara dengan 1,6 kali book value. Perseroan menilai, peluang pertumbuhan asuransi umum di Indonesia masih terbuka. Tercermin dari rasio premi bruto per produk domestik bruto (PDB) Indonesia berada di kisaran 0.5% dibandingkan dengan negara ASEAN lain yang di atas 1%.

Sebelumnya, Suprajarto mengatakan, akuisisi tersebut merupakan langkah strategis perseroan untuk menjadi integrated financial solution. Hingga saat ini perseroan telah memiliki 7 perusahaan anak yang tergabung dalam Grup BRI di antaranya BRI Syariah, BRI Agro, BRI Life, BRI Finance, BRI Ventures, BRI Remittance dan Danareksa Sekuritas.

“Dengan hadirnya BRINS yang bergerak di bidang asuransi umum, tentu akan semakin melengkapi layanan keuangan yang dimiliki oleh Grup BRI,” kata dia.

Literasi Keuangan

Tahun ini, BRI terus meningkatkan upaya literasi keuangan di masyarakat, khususnya untuk wilayah pelosok Tanah Air. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah layanan perbankan terapung serta agen branchless banking atau yang dikenal dengan agen BRI Link.

Menurut Suprajarto, saat ini perseroan memiliki tiga unit kapal layanan perbankan terapung atau dikenal dengan nama Teras BRI. Dua kapal miliki BRI sendiri melayani wilayah Labuan Bajo dan Kepulauan Seribu. Sementara, satu kapal yang merupakan kapal sewa melayani wilayah Halmahera.

Nantinya kapal sewa tersebut pun akan diganti dengan kapal baru yang saat ini sedang dipesan perseroan kepada salah satu BUMN. “Saat ini, kami juga sedang menyiapkan satu unit kapal untuk melayani wilayah Anambas, Kepulauan Riau,” jelas dia.

Suprajarto menegaskan, investasi satu unit kapal mampu menelan biaya sebesar Rp 21 miliar. Sesuai rencana, kapal baru yang akan didatangkan nanti adalah kapal berukuran 130 deadweight ton (DWT).

Dia menambahkan, untuk peran agen BRI Link, pihaknya mencermati masih ada dana sekitar Rp 460 triliun yang berada di luar sistem perbankan. Perluasan agen BRI Link diharapkan bisa menggenjot penetrasi sistem perbankan ke masyarakat.

Sebagai informasi, hingga semester I-2019, volume transaksi melalui Agen BRI Link tercatat mencapai 234 juta kali dengan total nilai transaksi Rp 331 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com