Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

BRI Ventura bakal Ekspansif, Eks CEO MDI Ventures Bergabung

Rabu, 31 Juli 2019 | 10:27 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melalui BRI Ventura Investama bakal kian ekspansif. BRI menunjuk Nicko Widjaja sebagai CEO baru perusahaan modal ventura tersebut. Sebelumnya, Nicko adalah CEO MDI Ventures yang merupakan modal ventura milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, tahun ini, perusahaan serius mengembangkan BRI Ventura dengan menyuntikkan sejumlah modal. Pihaknya menambah ekuitas BRI Ventura menjadi Rp 1 triliun dari semula hanya Rp 200 miliar.

Pada 26 Juli 2019, perseroan telah meningkatkan penyertaan modal sebesar Rp 800 miliar kepada BRI Ventura. Hal ini menyebabkan porsi kepemilikan BRI menjadi sebesar 99,96%.

“BRI Ventura model bisnisnya adalah corporate venture capital (CVC). Mereka nanti mengakuisisi atau memberikan modal kepada start-up yang bergerak di industri penunjang keuangan, seperti fintech atau remitansi dan lain sebagainya,” jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (30/7).

Secara terpisah, Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, alasan pihaknya menunjuk Nicko adalah pengalamannya yang panjang dalam mengelola modal ventura. Perseroan pun sengaja mengambil orang dari luar yang mengerti industri teknologi, utamanya fintech untuk memimpin BRI Ventura.

“Kita memang mengambil dari pasar, bukan dari internal. Penunjukkan Nicko juga melalui berbagai proses karena perlu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sebagainya,” jelas dia.

Sebagai informasi, langkah awal BRI masuk ke bisnis modal ventura adalah dengan membeli 97,61% saham BRI Ventura yang semula dimiliki oleh PT Bahana Artha Ventura (BAV). Sebelumnya, nama BRI Ventura adalah PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura. Transaksi senilai Rp 3,09 miliar ini dilakukan 20 Desember 2108.

Selanjutnya, OJK resmi memberikan izin usaha di bidang modal ventura kepada BRI Ventura pada 1 April 2019. Sementara itu, perusahaan ini diperkirakan bakal berpartisipasi dalam melakukan penyertaan modal tahap pertama kepada PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) selaku penyedia platform LinkAja. Penyertaan modal memiliki tenggat akhir pada pada 31 Juli 2019.

Selain BRI Ventura, sejumlah perusahaan BUMN juga berniat melakukan penyertaan modal kepada Finarya. Mereka adalah entitas PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), entitas PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), entitas PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), entitas PT Pertamina (Persero), PT Asuransi Jiwasraya, dan entitas PT Danareksa.

CEO Baru

Berdasarkan catatan Investor Daily, sebelum menjadi CEO BRI Ventura, Nicko Widjaja bergabung dengan MDI Ventures pada Desember 2015. MDI Ventures berdiri pada tahun yang sama, beberapa bulan sebelum Nicko bergabung. Sebelumnya, pria kelahiran 26 Januari 1974 ini bergabung di Indigo, yaitu program inkubator atau accelerator milik Telkom, sejak awal 2015.

Di bawah kepemimpinannya, MDI Ventures yang dalam laporan keuangan tercatat sebagai PT Metra Digital Investama telah berinvestasi, membina, dan mengakselerasi sebanyak 32 perusahaan startup dari 10 negara berbeda.

Bahkan, dua dari startup hasil binaan MDI Ventures berhasil melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di luar negeri.

Perusahaan tersebut adalah start-up teknologi asal Jepang, Geniee, yang IPO di Bursa Efek Jepang pada 2017, serta Whispir Ltd yang melantai di Bursa Efek Australia pada 19 Juni 2019.

April lalu, MDI juga mendirikan anak perusahaan yang memiliki lisensi manajemen investasi modal ventura di Singapura. Perusahaan itu dalam proses melakukan penggalangan dana dari investor luar negeri di antaranya adalah investor dari Korea Selatan.

Sebelum bergabung dengan Telkom Group, Nicko memiliki latar belakang corporate development di berbagai perusahaan, seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Thinking Room (perusahaan penyedia jasa desain), Mindcode (perusahaan riset konsumen), dan Systec Group (perusahaan modal ventura). Pada 2014, Nicko juga sempat bergabung dengan Fenox di Amerika Serikat.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com