Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pameran Indonesia Furniture

Pameran Indonesia Furniture

Ekspor Integra Indocabinet ke AS Tumbuh 20%

Rabu, 7 Agustus 2019 | 23:02 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, Investor.id - PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) berhasil mencetak pertumbuhan ekspor furnitur sebesar 20% ke Amerika Serikat (AS). Peningkatan tersebut menjadi salah satu pertumbuhan penjualan semester I-2019 sebesar 20% menjadi Rp 2,5 triliun.

Direktur Keuangan Integra Wang Sutrisno mengatakan, peningkatan ekspor furnitur ke AS didukung perang dagang AS dengan Tiongkok. Perang dagang membuat penguasaan pasar furnitur negara Tirai Bambu tersebut terus berkurang dari posisi sebalumnya dengan pangsa pasar sekitar 50%.

Perang dagang tersebut membuat peluang penjualan produk furnitur dari negara-negara di luar Tiongkok, termasuk Indonesia. “Ekspor produk furnitur kami menignkat 20% hingga semester I tahun ini, dibandingkan tahun lalu,” kata Wang di sela kunjungan pabrik Integra Indocabinet di Sidoarjo, Rabu (7/8/2019).

Bahkan, Wang memastikan ekspor produk perseroan ke AS masih bertumbuh pada semester II tahun ini, dibandingkan semester I-2019. Peningkatan didukung sejumlah momen di negeri Paman Sam itu, seperti Independan Day, Thanksgivings, Eastern, Natal, dan Tahun Baru. “Momen-momen itu biasanya akan memicu peningkatan konsumsi produk-produk furnitur,” ujarnya.

Selain AS, dia menjelaskan, penjualan produk perseroan ke Eropa, Tiongkok, dan sejumlah negara Asia lainnya menunjukkan peningkatan.

Pertumbuhan pangsa pasar luar negeri, menurut dia, membuat kontribusi penjualan ekspor meningkat menjadi 70% terhadap total pendapatan semester I-2019 dan sisanya penjualan pasar domestik.

“Kami optimistis pasar furnitur dunia masih bagus, apalagi produk perseroan memiliki keunggulan dari segi desain, ragam produk, kualitas, serta telah dikantonginya FSC certified dan SVLK yang menjadi persyaratan utama produk kayu olahan untuk pasar internasional,” kata Wang.

Dia menambahkan, perseroan juga mulai gencar untuk menggarap pasar ritel dengan membuka gerai di Jakarta, Bali dan Surabaya. “Pembukaan gerai ini untuk mendongkrak penjualan dalam negeri. Pembukaan gerai juga untuk memperkuat sumbangan segmen perdagangan,” katanya.

Tahun ini, Integra menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 20% menjadi Rp 2,5 trliun, dibandingkan perolehan tahun 2018 mencapai Rp 2,1 trliun. Menurut Wang, pertumbuhan akan didukung atas penambahan fasilitas produksi untuk produk-produk inovasi. Di antaranya produk tirai kayu atau wooden blind, produk furnitur yang mengkombinasikan bahan kayu, metal dan rotan, serta produk millwork yang terbuat dari bahan kayu ringan untuk asesoris rumah.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN