Menu
Sign in
@ Contact
Search
Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROSA

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROSA

FOKUS PASAR: Donald Trump Diduga Menyalahgunakan Kekuasaan Hingga Kemenko Hentikan Pungutan Ekspor Sawit

Rabu, 25 Sep 2019 | 09:09 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi dikabarkan akan melakukan penyelidikan terhadap Presiden AS Donald Trump terkait penyalahgunaan kekuasaannya.

Hal ini setelah Trump berusaha untuk mendorong Ukraina untuk menyelidiki keluarga mantan wakil presiden AS Joe Biden. Terdapat 183 anggota dewan yang mendukung penyelidikan atas tindakan Trump. Apa yang dilakukannya mengungkapkan fakta tidak terhormatnya pengkhianatan Presiden atas sumpaj jabatannya, dan keamanan nasional.

Atas aksi yang akan dilakukan oleh Ketua DPR AS, Trump merespon dengan menyebutkan bahwa penyelidakn tersebut merupakan upaya lain dari Demokrat untuk mengalihkan perhatian keberhasilannya selama menjabat. Menurut Pilarmas Sekuritas, Jika Trump sampai dilengserkan, hal ini mungkin saja akan menjadi sesuatu yang baik, karena kesepakatan dagang antara Tiongkok dengan Amerika mungkin saja dapat terselesaikan dengan baik.

Sementara itu dari sisi Negara tirai bambu. Tiongkok sepertinya tidak akan menambahkan stimulus moneter dalam jumlah yang besar untuk saat ini. Hal ini berbeda dengan sikap Bank Sentral dari setiap Negara, dimana mereka berusaha melonggarkan kebijakan moneternya. Para pembuat kebijakan menahan diri untuk menahan stimulus dalam jumlah besar, karena fokus mereka saat ini adalah mengendalikan resiko keuangan.

Advertisement

Tiongkok sampai saat ini terus bergulat dengan tingkat pertumbuhan, dimana pertumbuhan mereka terus melambat dalam hampir kurun waktu 30 tahun. Pejabat Tiongkok tampaknya tetap bertekad untuk menghindari reflesi yang cepat dan mudah. “kami melihat bahwa kelak tingkat suku bunga China juga harus diturunkan, hal ini untuk membantu stimulus perekonomian China agar bisa tumbuh,” ujar keterangan resmi Pilarmas Sekuritas, Rabu (25/9).

Beberapa bulan terakhir, Tiongkok telah mengubah banyak kebijakan. Pemerintah Tiongkok telah memberikan keringanan kepada beberapa Negara bagian dan perusahaan swasta untuk membeli kedelai Amerika tanpa dikenakan tariff pembalasan. Perusahaan tersebut menerima keringan antara 2 juta – 3 juta ton. Beberapa perusahaan diperkirakan telah membeli setidaknya 20 kargo atau sekitar 1.2 juta ton.

Keringanan ini merupakan sebagai salah satu dari perjanjian antara pertemuan Trump dengan Tiongkok pekan lalu, dimana ini merupakan komitmen Tiongkok untuk membeli lebih banyak produk pertanian Amerika. Pihaknya juga berjanji untuk memperluas perdagangan serta komunikasi antara Tiongkok dan Amerika.

Sementara itu, Kemenko menggelar konferensi pers terkait pungutan ekspor sawit kemarin sore. Penghentian pungutan tersebut dinilai memberikan keringanan bagi emiten yang melakukan ekspor. Dari ketiga saham yang masuk dalam coverage Pilarmas Sekuritas seperti AALI, LSIP dan TBLA, porsi TBLA untuk ekspor lebih besar dibandingkan LSIP yang tidak lebih dari 5% total penjualan bersih. Sedangkan AALI dinilai tidak terlalu berdampak pada kebijakan tersebut.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com