Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

2011, WIKA Targetkan Raih Kontrak Rp 25,68 Triliun

Antara, Kamis, 13 Januari 2011 | 16:12 WIB

JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan memperoleh total kontrak sebesar Rp 25,68 triliun pada 2011, naik 23,34 persen dibanding 2010.

"Kami optimistis target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2011 dapat tercapai seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dan perhatian pemerintah dalam pembenahan infrastruktur nasional," kata Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Bintang Perbowo dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Menurut Bintang, perolehan kontrak tersebut termasuk "carry over" (peralihan) dari 2010 dan kontrak baru yang diperoleh 2011 sebesar Rp 12,3 triliun.

Komposisi perolehan kontrak baru WIKA 2011 masih didominasi induk perusahaan dengan komposisi terhadap anak perusahaan sebesar 34,06 persen : 65,94 persen.

Pada 2011, WIKA menargetkan laba kotor Rp 924,13 miliar, naik 17,43 persen dari laba kotor dalam RKAP 2010 yang diperkirakan sebesar Rp 768,94 persen.

Laba usaha 2011 ditargetkan mengalami kenaikan 27,46 persen dari 2010 menjadi Rp 546,56 miliar. Pada saat yang sama perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 350,90 miliar, melonjak 38,37 persen dari sebelumnya Rp 253,59 miliar.

Bintang menambahkan, sektor konstruksi yang terdiri atas "general construction", "building construction", "industrial plant and energy" pada 2011 memberikan kontribusi dominan dengan target nilai kontrak baru sebesar Rp 8,11 triliun.

Sementara dari sektor non-konstruksi yang terdiri atas industri beton pracetak, realty/property serta industri/perdagangan ditargetkan dapat memproleh omzet kontrak baru sebesar Rp 4,19 triliun.

WIKA yang memposisikan diri sebagai "to be one of the best integrated EPC & Investment Company in South East Asia", terlihat makin menjaga kualitas labanya, dengan berusaha lebih selektif mencari pasar.

Pada 2011, WIKA menganggarkan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) sebesar Rp 522 miliar, naik dari capex 2010 senilai Rp 412,6 miliar.

Belanja modal akan digunakan untuk pengembangan usaha Rp 308 miliar, penyertaan Rp 202 miliar dan investasi aset tetap Rp 12 miliar.

Menurut catatan Antara, kontrak baru diperoleh perseroan pada 2010, antara lain Proyek Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan Kalimantan senilai Rp1,3 triliun, proyek jalan layang non-tol Kampung Melayu-Tanah Abang Stage Casablanca Rp314,29 miliar, suplai batu bara STIG Jiangsu Light & Textile IMP &Exp co. Ltd senilai 173 juta dolar AS, dan Proyek Design and Build (Turnkey) PT Golden Hope Nusantara (PT HGN) Sime Darby Group senilai Rp 560 miliar. (tk)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA