Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

2016, Inalum IPO

Oleh Muhammad Rausyan Fikry, Selasa, 5 Januari 2016 | 05:37 WIB

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, pihaknya bakal mendorong PT Inalum untuk mencatatkan sebagian sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Hal itu merupakan strategi untuk menciptakan kemandirian finansial perusahaan pelat merah.

 

“Kami sedang menjajaki Inalum untuk melepas sahamnya di BEI. Hal ini karena Inalum memiliki beberapa proyek yang akan dikembangkan di masa mendatang. Banyak potensi hilirisasi proyek Inalum,” kata Rini.

 

Saat ini, ada 19 BUMN yang melantai di BEI dari berbagai sektor yang berbeda. Kapitalisasi BUMN yang jadi perusahaan terbuka rata-rata meningkat signifikan dari tahun ke tahun, sehingga pemerintah ingin meningkatkan peredaran saham yang ada di publik.

 

Direktur Utama Inalum Winardi Sunoto mengatakan sebelumnya, persero ini bakal menggarap aneka proyek senilai US$ 2,5 miliar atau setara Rp 32,5 triliun hingga 2020. BUMN yang sahamnya semula dikuasai Jepang itu akan mencari pinjaman perbankan, menerbitkan surat utang (obligasi), hingga melepas sebagian saham ke publik lewat IPO untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut.

 

“Perkiraan investasi US$ 2,5 miliar sampai tahun 2020. Pendanaannya dari obligasi, IPO, dan pinjaman sindikasi perbankan,” ujar Winardi Sunoto.

 

Proyek-proyek yang dikerjakan antara lain pabrik bahan baku pelat aluminium (slab) untuk kereta cepat, dengan menggandeng perusahaan Tiongkok. Selain itu, ada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x350 megawatt (MW), renovasi pelabuhan, dan pembangunan smelter baru berkapasitas 250.000 ton alumina.

 

Rini menambahkan, tahun ini pemerintah sedang mempelajari potensi yang ada untuk memanfaatkan pasar modal bagi BUMN. Hal itu dilakukan karena pemerintah ingin mendorong kemandirian finansial perusahaan BUMN. Pemerintah akan mendorong semaksimal mungkin BUMN untuk tidak bergantung pada dana penyertaan modal negara (PMN). Pemerintah juga akan menyinergikan BUMN-BUMN untuk meningkatkan investasi.

 

Pemerintah hanya akan mengajukan PMN untuk perusahaan-perusahaan yang mendapatkan mandat khusus dari pemerintah, seperti PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Kemungkinan besar PLN mendapatkan PMN karena programnya paling agresif,” kata Rini. (ID/gor)

 

Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/bei-targetkan-35-emiten-ipo/136692

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA