Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) Yuji Ishii (tiga dari kiri), Executive Officer Unicharm Corporation Hirotatsu Shimada, Direktur Sri Haryani, menekan tombol saat pencatatan saham perdana Uni-Charm, disaksikan oleh Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S. Manullang dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) Yuji Ishii (tiga dari kiri), Executive Officer Unicharm Corporation Hirotatsu Shimada, Direktur Sri Haryani, menekan tombol saat pencatatan saham perdana Uni-Charm, disaksikan oleh Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S. Manullang dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

50% Saham IPO Uni-Charm Diserap Investor Asing

Sabtu, 21 Desember 2019 | 08:46 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) resmi menjadi emiten ke-54 yang mencatatkan (listing) saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Porsi investor asing dan domestic yang menyerap saham perdana perseroan imbang masing-masing sebesar 50%.

Memulai debutnya, saham Uni- Charm terpantau sempat melesat 10% ke level Rp 1.720 per saham dari harga penawaran umum Rp 1.500 per saham, dan terus menguat di sesi pertama perdagangan hingga 20,33%.

Pada penutupan sore, UCID terkunci di level Rp 1.770 atau naik 18%. Uni-Charm meraih dana segar dari aksi IPO senilai Rp 1,25 triliun dengan melepas 831,31 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. PT Sinarmas Sekuritas menjadi penjamin pelaksana efek (underwriter), yang dibantu oleh Nomura Singapore Ltd sebagai international selling agent selama penawaran saham perdana Uni-Charm.

Direktur Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli mengatakan, selama masa penawaran, saham Uni-Charm kelebihan permintaan atau oversubscribed 1,4 hinga 1,5 kali dari total IPO Sedangkan semasa pooling atau penjatahan terbatas mengalami oversubscribed 17 kali.

“Dari awal memang penawarannya dibuat adil untuk investor asing dan domestik. Kalau investor asing seperti fund dari Amerika dan Eropa, mereka punya perwakilan di Hong Kong dan Singapura. Nomura roadshow di dua negara tersebut,” kata dia usai pencatatan saham di BEI, Jumat (20/12).

Dengan kehadiran Uni-Charm, maka total penggalangan dana emiten baru di BEI hingga saat ini telah menembus Rp 14,6 triliun. Uni-Charm menjadi emiten dengan raihan dana IPO terbesar kedua sepanjang tahun ini. Sebelumnya PT Asuransi Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) menghimpun dana IPO Rp 4,76 triliun dan listing pada 9 Juli 2019.

Sesuai rencana, Uni-Charm akan menyerap 64,6% dana IPO untuk belanja modal (capital expenditure/ capex). Sekitar 20,6% untuk membayar utang, dan sisanya sekitar 14,8% untuk modal kerja. Yakni pembelian mesin-mesin baru guna menambah kapasitas terpasang untuk pembalut wanita dan popok dewasa yang dilakukan mulai tahun depan.

Direktur Utama Uni-Charm Indonesia Yuji Ishii mengatakan, perseroan akan melanjutkan rencana ekspansi dengan perluasan lini produk atau line extention dari health care dan feminine care. Pihaknya mengakui, Indonesia adalah pasar yang istimewa.

“Kami terus berupaya memperbanyak jumlah konsumen kami di sini,” ujarnya.

Aksi ini sekaligus menandakan Uni-Charm Indonesia menjadi perusahaan yang pertama go public, di luar Jepang dari kelompok usaha Unicharm Corporation.

Sebagai informasi, Unicharm Corporation tercatat di Busa Efek Tokyo sejak 1976. Di Asia, perseroan memiliki perusahaan terafiliasi di Tiongkok, Taiwan, Korea, Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Myanmar, dan India. Di benua lain, perseroan memiliki unit usaha di Australia, Saudi Arabia, Belanda, Rusia, Amerika Serikat, Brazil, dan Mesir.

Sementara PT Uni-Charm Indonesia yang didirikan pada 1997 ini merupakan hasil perusahaan patungan antara Unicharm Corporation dengan PT Purinusa Ekapersada, yang berada di bawah kendali Grup Sinarmas.

Kepemilikan saham masing-masing perusahaan sebesar 74% dan 26%. Perseroan menargetkan penjualan bisa naik 10% setelah aksi IPO ini. Hingga September 2019, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp 6,25 triliun, naik 3,3% dibanding periode sama tahun lalu Rp 6,05 triliun.

Sedangkan laba sebelum pajak perseroan mencapai Rp 468,34 miliar, melonjak 141,2% dari Rp 194,16 miliar. Perseroan juga berencana membagikan dividen sebesar 20% dari jumlah laba bersih setelah pajak dimulai untuk tahun buku 2019, yang pembayarannya dimulai sejak 2020.

Hingga September 2019, total liabilitas perseroan mencapai Rp 4,12 triliun, total ekuitas Rp 3,11 triliun, dan total aset perseroan tercatat sebesar Rp 7,24 triliun. Uni-Charm memproduksi popok bayi dengan merek MamyPoko, pembalut Wanita merek Charm, dan popok dewasa merek Lifree.

Berdasarkan data perseroan terakhir, masing-masing merek tersebut memiliki pangsa pasar sebesar 50%, 42% dan 46%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN