Menu
Sign in
@ Contact
Search
Listing CCSI. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Listing CCSI. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

CCSI Bidik Pertumbuhan 15% - 20% di 2020

Minggu, 22 Des 2019 | 14:21 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) bidik pertumbuhan kinerja keuangannya sebesar 15% hingga 20% untuk tahun depan.

Menurut Direktur Keuangan CCSI Apolonia Irwina Gunawan, target tersebut cukup realistis untuk bisa diraih perseroan.

“Target pertumbuhan penjualan CCSI tahun 2020 konsisten sebesar 75-20%,” ujarnya di Jakarta belum lama ini.

 Adapun sebelumnya perseroan menargetkan akhir tahun ini dapat membukukan penjualan sebesar Rp 409,9 miliar dengan target laba bersih sebesar Rp 34,4 miliar.

Advertisement

Hingga kuartal III 2019 perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp 275,67 miliar turun 15,65% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp326,84 miliar.

Sedangkan laba bersih periode berjalan turun 22,93% menjadi Rp 41,64 miliar dari sebelumnya Rp 54,03 miliar per September 2018.

Irwina menjelaskan, penurunan kinerja keuangan yang dialami perseroan merupakan dampak dari situasi ekonomi global dan selesainya proyek Palapa Ring Timur.

“Fokus penjualan tahun 2019 adalah pada pemenuhan permintaan pelanggan setia dan memperluas pelanggan baru melalui rekomendasi pelanggan setia. Sedangkan untuk proyek FO Submarine masih dalam persiapan,” kata dia.

Di sisi lain perseroan juga akan mengembangkan lini produk pipa mikro (microduct) yang merupakan wadah kabel optik. Namun pengembangan microduct bergantung pada kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memidahkan kabel ke dalam tanah.

“Diharapkan kontribusi penjualan microduct bisa memberikan kontribusi 10-15%. Pertumbuhan dan kontribusi microduct akan tergantung rencana Pemda memindahkan kabel ke dalam tanah. Saat ini Pemda DKI Jakarta sudah mengeluarkan peraturan untuk 'Ducting' bersama. Dan beberapa kota-kota besar di lndonesia sudah melakukan perubahan dari pemasangan kabel yang digantung mulai harus dimasukkan ke dalam tanah karena masalah estetika, yang sudah dimulai di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan Bandung,” tandasnya,

Sementara itu dana sebesar Rp 50 miliar, hasil penawaran umum perdana (Initial Public Offering/ IPO) saham belum digunakan perseroan hingga saat ini.

“Dana dari IPO belum digunakan di tahun ini. Proyek FO submarine masih dalam proses survei untuk menentukan jalur dan titik landing point yang tepat,” ujar Irwina.

Adapun sebelumnya perseroan akan menggunakan sekitar 93% dana IPO untuk mengeksekusi Proyek FO Submarine dan kebutuhan belanja modal. Sedangkan sisanya akan dialokasikan untuk modal kerja saat proyek tersebut sudah beroperasi.

Perseroan merupakan salah satu pemasok kabel laut serat optik, kabel darat, dan pipa HDPE untuk mega-proyek pemerintah Palapa Ring. Perusahaan tersebut berdiri sejak 1996, dengan nama awal PT Siemens Kabel Optik.

Selanjutnya, pada 2002 perusahaan itu berganti nama menjadi CCSI seiring dengan pengambil alihan perusahaan oleh PT Corning International Inc dari saham Siemens. Lalu, pada 2005 saham Corning diambil alih oleh CCS International Limited.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com