Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petrosea

Petrosea

2019, Petrosea Raih Pendapatan US$ 476,44 Juta

Sabtu, 21 Maret 2020 | 05:28 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Petrosea Tbk (PTRO) sepanjang tahun 2019 berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 476,44 juta. Jumlah tersebut naik 2,30% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni US$ 465,74 juta dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 31,18 juta atau naik 35,80% dibanding tahun 2018 yaitu US$ 22,96 juta.

Direktur Petrosea, Hanifa Indradjaya menjelaskan, pendapatan tersebut dikontribusi oleh lini bisnis kontrak pertambangan mencapai 60,25% terhadap total pendapatan perusahaan dengan menggunakan armada yang sangat efisien dan efektif dalam mencapai volume produksi.

"Pencapaian kami sepanjang tahun didorong oleh berbagai inisiatif strategis dan upaya transformasi guna memastikan sustainable superior performance perusahaan untuk tahun-tahun mendatang," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (20/3).

Hanifa menambahkan kontribusi dari lini bisnis Rekayasa & Konstruksi mencapai 20.50%, dan lini bisnis Petrosea Logistics & Support Services mencapai 18,66% terhadap total pendapatan perusahaan.

Sebelumnya induk usaha perseroan yakni PT Indika Energy Tbk (INDY) pada tahun ini menganggarkan Capital Expenditure/Capex sebesar US$ 146 juta yang akan digunakan untuk operasional PTRO.

Head of Corporate Communication Indika Energy, Leonardus Herwindo menjelaskan angka tersebut jauh di bawah anggaran capex 2019 yang mencapai US$ 315 juta. Sampai saat ini, perseroan masih menghitung realisasi dari penyerapan capex sepanjang tahun lalu.

Menurut Leonardus, rencana capex 2020 disesuaikan dengan volatilitas harga dan kondisi pasar batu bara yang masih bergerak dinamis serta efektivitas operasional perusahaan. Tahun ini, kata dia, industri batu bara kemungkinan penuh tantangan.

“Harga batu bara diperkirakan masih mengalami fluktuasi dan dipengaruhi berbagai faktor eksternal, seperti dinamika supply-demand, perekonomian global, hingga politik dagang,” ujar dia.

Selain itu, situasi dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk harga minyak dunia, turut memengaruhi harga batu bara global.

“Ini tentu berpengaruh pada strategi dan rencana operasional perseroan pada 2020,” tandas dia.

Leonardus mengemukakan, untuk target produksi, Indika Energy tetap optimistis prospek dan fundamental industri batu bara masih baik, walaupun volatilitas harganya berlanjut. Itu sebabnya, menurut dia, perseroan fokus menjaga stabilitas keuangan dan mengelola operasi usaha melalui peningkatan produktivitas, pengendalian biaya, dan stabilitas operasi agar semakin kompetitif.

Pada 2020, Indika Energy menargetkan produksi batu bara sebanyak 30,95 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29,65 juta ton berasal dari anak usaha, PT Kideco Jaya Agung. Sekitar 1,3 juta ton lainnya dari produksi PT Multi Tambangjaya Utama.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN