Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asia Sejahtera Mina targetkan penjualan volume rumput laut mencapai 40% tahun 2020

Asia Sejahtera Mina targetkan penjualan volume rumput laut mencapai 40% tahun 2020

HARGA SAHAM AUTO REJECT BATAS ATAS 70%

2020, Asia Mina Targetkan Perolehan Laba Naik 40%

Nabil Al Faruq, Selasa, 3 Desember 2019 | 08:14 WIB

JAKARTA, investor.id – Emiten ke-49 tahun ini yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Asia Sejahtera Mina Tbk (Asia Mina), akan menggenjot kinerjanya tahun depan. Perseroan menargetkan peningkatan laba bersih dan pendapatan sekitar 40% pada 2020.

Hingga kuartal III-2019, perseroan telah memperoleh laba bersih sebesar Rp 1,9 miliar dan pendapatan sebanyak Rp 260 miliar. “Untuk target pendapatan tahun 2020 kami perkirakan sekitar 420 miliar,” ujar Direktur Utama PT Asia Sejahtera Mina Tbk Indra Widyadharma usai pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/12).

Harga saham perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan hasil pertanian dan kelautan ini ditutup melonjak Rp 77 (70%) ke Rp 187 atau terkena penolakan otomatis (auto rejection) batas atas. Emiten ke-662 berkode saham AGAR ini melepaskan saham ke publik sebanyak 250 juta saham.

Perseroan memperoleh dana segar sebesar Rp 27,5 miliar Dari aksi korporasi tersebut sebanyak 77,20% akan digunakan untuk peningkatan modal kerja. “Sebagian besar untuk menambah persediaan, kemudian juga untuk hedging kita memerlukan deposit ya, karena ini hampir 100% ekspor, jadi ada deposit untuk hedging. Kemudian selebihnya 22,80% untuk nambah piutang,” ujar Indra.

Indra menambahkan, dengan melakukan IPO perseroan dapat memperkuat struktur permodaan dan dapat meningkatkan inventori. Dengan demikian, perseroan dapat melayani lebih banyak customer.

Ke depan, perseroan akan fokus pada produksi untuk rumput laut dengan cara menjalin kerja sama dengan koperasi dan para petani rumput laut di Indonesia. Asia Sejahtera Mina menargetkan volume penjualan rumput laut kering meningkat 40% pada 2020. Tahun ini, perseroan hanya mampu memproduksi rata-rata per bulannya 2 ribu ton.

Indra mengatakan, permintaan dari pasar Tiongkok terus meningkat, namun perseroan belum bisa memenuhi permintaan tersebut. “Untuk pasar di Tiongkok bisa mencapai 7 ribu-8 ribu ton per bulannya,” ujarnya.

Sejauh ini perseroan telah mengekspor rumput laut kering ke Tiongkok, Spanyol, dan Chile. Namun, menurut Indra, tujuan ekspor paling banyak masih di negara Tiongkok yakni sebesar 97%.

Sementara itu, perseroan saat ini belum fokus untuk menggarap pasar domestik, karena pasar domestik saat ini masih kecil dibandingkan dengan ekspor. Namun tidak menutup kemungkinan perseroan akan menyasar pasar lokal.

Di sisi lain, Asia Mina saat ini baru saja menyelesaikan satu gudang penampungan di Sulawesi Selatan. “Kami memiliki 4 gudang di Sulawesi Selatan dan 2 Gudang di Surabaya,” ujar Indra.

Sebagai informasi, Asia Mina didirikan pada 2008. Perseroan bergerak di bidang perdagangan rumput laut yang berupa dried euchema cottoni seaweed, dried euchema spinosum seaweed, dried gracilaria seaweed yang dapat digunakan di bidang farmasi, kosmetik, dan makanan.

70 Emiten Baru

Sementara itu, BEI memperkirakan jumlah emiten baru yang mencatatkan sahamnya di bursa sepanjang tahun ini mencapai 70 perusahaan atau lebih banyak dibandingkan 2018 yang sebanyak 57 perusahaan.

I Gede Nyoman Yetna, direktur Penilaian Perusahaan BEI, mengatakan bahwa saat ini total calon emiten baru yang masuk pipeline sebanyak 36 perusahaan. Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak sembilan perusahaan akan listing tahun depan. Perusahaan- perusahaan tersebut menggunakan laporan keuangan Agustus dan September 2019 sebagai dasar valuasi.

Sebelumnya, BEI mempublikasikan nama-nama calon emiten baru yang ada di pipeline tersebut, antara lain PT Ifishdeco, PT Alamanda Investama, PT Cisadane Sawit Raya, PT Indo Bintang Mandiri, PT Repower Asia Indonesia, dan PT Bank Amar Indonesia. Selanjutnya, PT Graha Belitung Utama, PT Indonesia Fibreboard Industry, PT Jayant Persada Indonesia, PT Austin Global Prima, PT Galva Technologies, PT Perintis Triniti Properti, PT Putra Mandiri Jembar, dan PT Putra Rajawali Kencana.

Kemudian, PT Royalindo Investa Wijaya, PT Diamond Food Indonesia, PT Esta Multi Esa, PT Morenzo Abadi Perkasa, PT Agro Yasa Lestari, PT Era Graharealty, PT Prima Multi Usaha Indonesia, PT Nara Hotel International, dan PT Tourindo Guide Indonesia.

Selain itu, terdapat PT Hoppor International, PT Andalan Sakti Primarindo, PT Era Mandiri Cemerlang, PT Harvest Time, PT Karya Bersama Anugerah, PT Pratama Widya, PT Diamond Citra Propertindo, PT Lancartama Sejati, dan PT Aesler Grup Internasional.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA