Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bakrieland.

Bakrieland.

2020, Bakrieland Proyeksikan Pertumbuhan Pendapatan 36%

Thereis Kalla, Kamis, 5 Desember 2019 | 01:52 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) memproyeksikan pendapatan tahun 2020 akan naik 36% menjadi Rp 1,49 triliun dengan perolehan laba sebesar Rp 19 miliar.

"Dengan pertimbangan potensi market dan dampak kebijakan seperti trend penurunan suku bunga, pelonggaran aturan Loan To Value (LTV), dan aturan pajak properti, ditargetkan proyek baru dan eksisting perseroan berbasis hunian di Sidoarjo, Bogor, Lampung dan Jakarta secara bertahap akan meningkatkan penjualan segmen non-recurring di tahun 2020," ujar Direktur & Chief Development Officer Bakrieland Development Agus Jayadi Alwie pada paparan publik di Jakarta, Rabu (4/12).

Menurut Agus kontribusi pendapatan tersebut terdiri dari reccuring income dan pendapatan non reccuring. "Kontribusi pendapatan berulang sebesar 72% dan sisanya berasal dari non reccuring," kata dia.

Adapun pada tahun ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,09 triliun dengan menekan kerugian menjadi Rp 49 miliar.

Menurut Agus, perseroan kini tengah fokus memperkuat struktur keuangan dan berupaya untuk melakukan kembali penurunan kewajiban dan restrukturisasi keuangan. “Sampai dengan kuartal III 2019 perseroan melakukan restrukturisasi & melunasi utang sebesar Rp 503 Miliar,” kata dia.

Hingga kuartal III 2019 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 728,95 miliar turun 9,05% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 801,53 miliar. Per September 2019 perseroan masih rugi sebesar Rp 421,90 miliar padahal di tahun lalu Bakrieland mampu mencatatkan laba Rp 3,08 triliun. “Kontributor terbesar kerugian karena penyelesaian utang,” ujar Agus.

Sementara itu, total liabilitas perseroan hingga kuartal III 2019 mencapai Rp 3,6 triliun turun 7,69% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,9 triliun. Total liabilitas dikontribusi dari liabilitas jangka panjang sebesar Rp 1,35 triliun dan jangka pendek sebesar Rp 2,25 triliun.

Menurut Agus, ke depan perseroan akan membangun enam proyek baru yang berada di Bogor, Lampung, Sidoarjo, dan Jakarta. Proyek-proyek tersebut yaitu, Bumi Tirta Pakuan, Fusion Apartement, Nirwana Hills yang semuanya berada di Bogor, kemudian Kahuripan Nirwana di Sidoarjo, Siger Residence di Lampung, dan yang di Jakarta, Rasuna Park di area Kuningan, Jakarta Selatan,” tutur Agus.  

Agus menambahkan, dari sisi pendapatan berulang perseroan mengandalkan theme park dan hotel yang dimiliki perseroan. Dia menyatakan akan meningkatkan promosi terhadap taman hiburan tersebut demi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Sedangkan untuk hotel, Bakrieland tengah merenovasi Hotel Aston Bogor untuk meningkatkan okupansinya. “Kita meningkatkan promosi dari produk yang menghasilkan pendapatan berulang, namun dari sisi harga kita tidak turunkan,” pungkas Agus.

Pendapatan dari theme park hingga kuartal III 2019 berhasil menyumbang sebesar 16% yaitu sebesar Rp 117 miliar dari total pendapatan. Sementara dari lini bisnis hotel menyumbang sebesar Rp 184,9 miliar atau sebesar 25%. Sewa & pengelolaan perkantoran menyumbang Rp 236,13 miliar atau 33%, penjualan properti sebesar Rp 109,96 miliar, dan sewa ruangan, lapangan, dan iuran sebesar Rp 80,86 miliar atau 11%.

BEI sebelumnya mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mulai Selasa (3/12). Pencabutan dilakukan setelah perseroan menyampaikan laporan kinerja keuangan dan membayar denda atas keterlambatan laporan keuangan.

Saham ELTY disuspensi BEI sejak 1 Juli 2019 akibat belum menyampaikan laporan kinerja keuangan Bakrieland tahun 2018, laporan kinerja keuangan kuartal I-2019, dan laporan kinerja keuangn semester I-2019. Penghentian sementara juga akibat belum dibayarkannya denda atas keterlambatan laporan kinerja keuangan tersebut. “Bursa memutuskan untuk mencabut penghentian sementara perdagangan efek ELTY di pasar reguler dan tunai terhitung sejak Rabu (4/12). Dengan demikian efek perseroan dapat diperdagangkan di seluruh pasar,” tulis manajemen BEI dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Selasa (3/12).

Pada penutupan perdagangan Rabu (4/12), saham ELTY masih mengalami stagnan dan ditutup pada harga Rp 50.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA