Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) Dian Heryandi bersama direksi (TEBE) menekan tombol pembukaan perdagangan saham di galeri BEI, disaksikan
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi saat pencatatan perdana saham TEBE, di Jakarta, Senin (18/11/2019). Emiten dengan kode saham TENE ini menjadi emiten ke-46 yang mencatatkan sahamnya di bursa pada 2019 dan perusahaan ke-659 yang terdaftar di BEI. Foto: Investor Daily/DAVID

Direktur Utama PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) Dian Heryandi bersama direksi (TEBE) menekan tombol pembukaan perdagangan saham di galeri BEI, disaksikan Direktur Utama BEI Inarno Djajadi saat pencatatan perdana saham TEBE, di Jakarta, Senin (18/11/2019). Emiten dengan kode saham TENE ini menjadi emiten ke-46 yang mencatatkan sahamnya di bursa pada 2019 dan perusahaan ke-659 yang terdaftar di BEI. Foto: Investor Daily/DAVID

2020, Dana Brata Luhur Bidik Laba Bersih Rp 100 Miliar

Thereis Love Kalla, Senin, 18 November 2019 | 14:03 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 350 miliar dengan laba bersih hingga Rp 100 miliar, pada 2020. 

Direktur Dana Brata Luhur, Hendy Narendra menyatakan, kebutuhan batu bara yang cukup tinggi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) akan berkontribusi bagi perkembangan bisnis perseroan. Dengan meningkatnya permintaan batu bara maka juga akan mendorong peningkatan pemakaian jasa infrastruktur perseroan.

"PLN kerja sama dengan pemerintah pusat untuk kebutuhan  35 ribu Mega Watt (mw) listrik, dan 22 ribu mw masih menggunakan batu bara. Tahun 2019 puncaknya butuh 90 juta ton, kita harapkan di 2025-2030 peak-nya bisa 160 juta ton. Dari kenaikan itu aja kami harapkan ada yang masuk ke perseroan, jadi saya cukup yakin dengan perkembangan perusahaan kedepan," jelas Hendy di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/11).

Hendy menambahkan, jalan angkut (haul road) sepanjang 46 Km milik anak usaha perseroan yaitu PT Talenta Bumi (TB) merupakan jalan khusus pengangkutan batubara yang terletak pada area wilayah pertambangan. Di sana terdapat kurang lebih 50 konsesi batubara disekitar area operasi.

"Kita satu-satunya yang mereka pakai jasa kita,"  tandasnya.

Selain itu, terdapat terminal batu bara yang terletak di tepi sungai Barito. Aset milik TB merupakan infrastruktur utama pengangkutan hasil pertambangan. Sebelum adanya aset ini, perusahaan pertambangan pada wilayah tersebut tidak memiliki akses distribusi dan pemasaran batu bara yang mereka miliki.

Sedangkan untuk tahun ini, perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 350 miliar di akhir tahun, dengan perolehan laba sekitar Rp 60 hingga Rp 70 miliar.

Sementara itu perseroan terus menggenjot utilisasi kapasitas infrastruktur pertambangannya agar dapat mendorong pertumbuhan kinerja perseroan.

"Di tahun ini kapasitas yang terpasang sudah mencapai 18 juta ton, namun utilisasi dari kapasitas tersebut baru mencapai 5,8 juta ton. "Jadi masih cukup banyak ruangnya. Ke depan utilisasinya yang kita genjot," pungkas Hendy

Sebelumnya perseroan menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 100 miliar di tahun 2018 untuk penambahan kapasitas. Sedangkan di tahun ini capex yang dianggarkan sebesar Rp 40 miliar. "Karena capex itu telah dipakai untuk meningkatkan kapasitas, capex itu sudah selesai di 2018 sampai 2019," ungkap Hendy.

Disisi lain perseroan akan mengembangkan kegiatan usahanya dengan memfokuskan anak usahanya PT Talenta Bumi Energi (TBE) yang akan menjalankan perdagangan batu bara atau coal trading. "Kami akan menjadi salah satu pemain dalam perdagangan batu bara, kalau sekarang kan kami hanya menyiapkan infrastruktur, perusahaan infrastruktur tidak ikut menjual. Sekarang anak usaha kita itu juga menjadi penjualnya," jelas Hendy.

Lebih lanjut, Hendy mengungkapkan nantinya TBE akan membuat satu tempat pusat transaksi perdagangnan batu bara atau yang biasa disebut coal hub. "Kebetulan kita sudah punya jalan dan pelabuhannya, nanti akan kita lengkapi dengan tradingnya," kata dia.

Hendy mengatakan, nanti dengan adanya kegiatan perdagangan batu bara akan menambah komposisi pendapatan perseroan yang selama ini sebagian besar dari bisnis jasa dan infrastruktur pertambangan. "Sebelum ada perdagangan hampir 99% dari infrastruktur, mungkin nanti dari perdagangan akan menyumbang 20% terhadap total pendapatan" tandasnya.

Listing di BEI

PT Dana Brata Luhur Tbk resmi melantai di BEI dengan melepas 35 juta saham baru atau sebesar 2,72% dari seluruh total modal disetor penuh.

Emiten berkode saham TEBE ini menjadi emiten ke-46 yang mencatatkan sahamnya di BEI tahun ini. Dalam pencatatan ini, saham TEBE ditawarkan dengan harga penawaran sebesar Rp1.096 per saham, sehingga total dana yang dapat dihimpun dari gelaran penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/ IPO) mencapai sebesar Rp38,36 miliar.

Hendy menambahkan penggunaan dana IPO akan digunakan sekitar 80% untuk kebutuhan modal anak usaha di PT Talenta Bumi dan sisanya sebesar 20% akan digunakan perseroan untuk modal kerja.

Selain itu, perseroan juga akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Loan (MCL) senilai Rp274 miliar pada Tanggal Penjatahan sampai dengan tanggal pencatatan dengan jumlah sebanyak 250 juta saham atau setara dengan 20,00% dari seluruh total modal disetor penuh sebelum IPO atau 19,46% dari total modal disetor setelah IPO.

Adapun saham TEBE pada masa penawaran mengalami oversubscribed sebanyak 3,65x dari total saham IPO TEBE atau oversubscribed sebanyak 265,92x dari porsi Pooling. Pada gelaran IPO, perseroan menunjuk dua perusahaan Penjamin Pelaksana Emisi Efek yaitu PT Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Surya Fajar Sekuritas.

Direktur Victoria Sekuritas Wisnu Widodo, menyatakan bisnis yang dimiliki Dana Brata Luhur memiliki potensi bisnis yang cukup menjanjikan terlebih perseroan menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki infrastruktur untuk menunjang kegiatan pertambangan di daerah Barito, Kalimantan Selatan. "Potensinya cukup baik, apalagi harga batu bara sudah pelan pelan naik," ujarnya.

Perseroan memiliki 3 Entitas Anak yaitu PT Talenta Bumi, PT Talenta Bumi Energi dan PT Pelabuhan Talenta Bumi. Dari ketiga Entitas Anak yang dimiliki Perseroan, yang saat ini beroperasi untuk melakukan kegiatan usaha adalah Talenta Bumi yang menjalankan usaha berupa penyediaan infrastruktur pertambangan meliputi jalan angkut batubara, penyediaan area pengumpulan sementara batubara (stockpile) dan pengoperasian terminal batubara dan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2013. 

Dalam perdagangan Senin (18/11), saham TEBE dibuka langsung naik 49,77% ke level Rp 1.640 per saham. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA