Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut PP Presisi Iswanto Amperawan (kedua dari kanan), Direktur PP Presisi Benny Pidakso (kanan), Direktur Independen PP Presisi Gatut Kristuharto (kedua dari kiri), dan Direktur PP Presisi M. Wira Zukhrial (kiri) hadir dalam RUPS PP Presisi, Jakarta, Rabu 10 April 2019. Foto: Investor Daily / Emral

Dirut PP Presisi Iswanto Amperawan (kedua dari kanan), Direktur PP Presisi Benny Pidakso (kanan), Direktur Independen PP Presisi Gatut Kristuharto (kedua dari kiri), dan Direktur PP Presisi M. Wira Zukhrial (kiri) hadir dalam RUPS PP Presisi, Jakarta, Rabu 10 April 2019. Foto: Investor Daily / Emral

2020, Nilai Proyek Baru PP Presisi Tumbuh 20%

Thereis Love Kalla, Senin, 9 Desember 2019 | 15:32 WIB

JAKARTA, investor.id – PT PP Presisi Tbk memproyeksikan raihan proyek baru di tahun 2020 akan tumbuh 20% dibanding tahun ini.

Hingga November 2019, perseroan membukukan nilai proyek baru sebesar Rp 5,6 triliun, atau 97% dari total target kontrak baru tahun ini sejumlah Rp 5,8 triliun. “Pencapaian perolehan proyek baru ini akan menjadi modal bagi PP Presisi untuk menyongsong tahun 2020 dan juga memacu optimisme kami terhadap target perolehan proyek baru di tahun mendatang, yang kami proyeksikan akan bertumbuh sekitar 20%,” ungkap Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso di Jakarta.

Menurut Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso, total nilai kontrak baru sebesar Rp 5,6 triliun itu sebagian besar ditopang oleh proyek-proyek yang berasal dari eksternal. “Dari total proyek baru Rp 5,6 triliun tersebut, sebagian besar berasal dari eksternal group PT PP Persero, yakni sebesar 52% dari swasta, BUMN, dan pemerintah, dan 48% sisanya berasal dari Group PTPP (feeding),” kata Benny dalam keterangan resminya belum lama ini.

Benny menambahkan, perolehan proyek baru dari eksternal group yang lebih besar sejalan dengan strategi perseroan untuk memperluas pangsa pasar di luar group sendiri. “Ini untuk membuktikan perseroan mampu bersaing di sektor konstruksi nasional," ujar Benny.

Perolehan proyek baru antara lain berasal dari proyek pembangunan jalan angkut (hauling road) batu bara di Kalimantan, serta kontrak proyek pembangunan Bandara Baru di Kediri, Jawa Timur, yang diprakarsai oleh PT Gudang Garam Tbk melalui entitas anaknya PT Surya Dhoho Investama. Selain itu, pekerjaan penambahan lajur Tol Jagorawi, Tol Trans Sumatera ruas Lubuk Linggau - Curip Bengkulu, Bendungan Bener, dan Pekerjaan Pondasi RDMP Balikpapan.

Dengan progres yang sudah mencapai 97%, lanjut Benny, dirinya optimistis perseroan dapat melewati target yang telah ditetapkan. “Kami sangat optimistis dapat mencapai target tahun 2019 yang masih menyisakan waktu kurang dari satu bulan lagi. Optimisme kami tersebut didukung oleh masih akan diterimanya feeding dari PTPP,” imbuh Benny.

Benny menjelaskan beberapa proyek feeding dari PT PP, yaitu proyek jalan tol Semarang-Demak, PLTU Sulawesi Utara, PLTU Timor, dan Smelter Kalimantan Barat.

 

Laba Naik

Sementara itu, untuk tahun depan, perseroan akan menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) dengan besaran yang konservatif mengikuti jumlah proyek yang diperoleh. "Kami akan tetap konservatif kalau mengenai capex. Berbeda dengan industri lain, kalau di konstruksi, jika kita genjot capex hingga tercapai tapi tidak mendorong income, maka akan menjadi beban penyusutan yang besar. Mending capexnya saya kurangin, sehingga alat berat kami bisa optimal," ujar Benny.

Hingga Oktober 2019, perseroan telah menyerap capex sebesar Rp 580 miliar dari total capex yang disiapkan sebesar Rp 1 triliun. Adapun capex tahun ini dialokasikan untuk pembelian alat berat.

Benny menjelaskan lemahnya serapan capex dikarenakan ada beberapa proyek yang pengerjaannya ditunda hingga tahun depan. "Karena banyak proyek yang masih delay, kan tak mungkin saya investasi alat berat tapi proyeknya belum ada," tandasnya.

Hingga kuartal III 2019, perusahaan membukukan pendapatan  sebesar Rp 2,22 triliun, naik 11,56% dibanding periode sama tahun lalu senilai Rp 1,99 triliun. Sedangkan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 6,01% dari Rp 189,68 miliar menjadi Rp 201,08 miliar. 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA