Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Director Business Development Tanam Duit, Muhammad Hanif

Director Business Development Tanam Duit, Muhammad Hanif

2020, Tanamduit Bidik Pertumbuhan Investor Jadi Dua Kali Lipat

Rabu, 11 Desember 2019 | 19:24 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Platform reksa dana Tanamduit bidik pertumbuhan investor sebanyak dua kali lipat dibanding perolehan saat ini. Adapun pertumbuhan tersebut diperkirakan juga akan diikuti naiknya dana kelolaan (Asset Under Management/ AUM) mencapai Rp 1 triliun.

Co Founder & Chief Business Development Tanamduit Muhammad Hanif menyatakan hingga saat ini jumlah investor di Tanamduit telah mencapai 160 ribu investor. “Targetnya tumbuh dua kali lipat di tahun 2020,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/12). 

Hanif menambahkan hingga saat ini AUM Tanamduit di kisaran Rp 400 miliar, dia mengharapkan di tahun depan dana kelolaan perusahaan bisa mencapai Rp 1 triliun. “Kita inginnya mencapai Rp 1 triliun, agak sulit diprediksi karena market sedang volatile,” kata dia.

Menurut Hanif, hingga saat ini dalam platform Tanamduit tersedia sekitar 70 produk reksa dana dari berbagai macam manajer investasi. Dia menuturkan, jumlah tersebut cukup untuk menyediakan pilihan alternatif untuk berinvestasi. “Kita belum ada target mau tambah berapa, tapi jumlah tersebut dirasa sudah cukup, rasanya dengan 15 fund manager saja sudah cukup agar tak terlalu banyak produk,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hanif menyatakan, perlunya edukasi dan literasi yang lebih gencar mengenai produk reksa dana kepada masyarakat, agar masyarakat tahu bahwa ada produk investasi yang bisa dijangkau tanpa perlu biaya yang besar. 

“Padahal kalo kembali ke bahasa Inggris, mutual fund kalau ke bahasa Indonesia harusnya dana kolektif, tapi yang menikmati reksa dana ini para pemilik dana di perusahaan manajer investasi, khususnya nasabah-nasabah prioritas, salah satu momentum untuk bisa masuk ke sektor ritel,” jelas Hanif.

Menurut Hanif, jumlah investor di Indonesia yang telah mencapai 2,3 juta single investor identification (SID), dan sebanyak 1,4 juta SID berasal dari generasi milenial. Oleh karena itu dengan perkembangan financial technologi (Fintech) diharapkan mampu menjaring generasi milenial lainnya yang kedepan akan mendominasi usia rata-rata masyarakat Indonesia. 

Platform kita, user friendly sehingga mudah untuk dipahami. Selain itu kami sediakan edukasi mengenai investasi sehingga calon investor bisa mengenal produk investasi berdasarkan resiko–resikonya,” pungkas Hanif.

Gandeng OVO

Selain itu, Tanamduit kini sudah menggandeng beberapa dompet digital atau e-wallet sebagai metode pembayaran transaksi di platform tersebut. Hanif menyatakan tengah menjajaki kerja sama dengan OVO agar dapat digunakan di Tanamduit. “OVO kita tinggal tunggu waktu saja, kesepakatannya sudah di bahas, dan sudah dalam tahap finalisasi,” ujarnya.

Disisi lain, Hanif menyatakan di tahun depan Tanamduit akan menambah produk investasinya, yaitu perdagangan emas. Dia menjelaskan, Tanamduit akan menjadi sub agen penjualan emas, sehingga tidak memerlukan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti).

“Masih proses pemilihan partner, tadinya kita rencanakan di Kuartal IV, tapi kita lihat-lihat lagi kayanya lebih baik di awal tahun depan,” ujar Hanif. 

Editor : Elly Rahmawati (ely_rahmawati@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN