Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: Perseroan.

Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: Perseroan.

2020, Waskita Precast Bidik Kontrak Baru Rp 11 Triliun

Farid Firdaus, Selasa, 8 Oktober 2019 | 10:58 WIB

BANTEN, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menargetkan nilai kontrak baru mencapai Rp 11 triliun tahun depan. Salah satu upaya yang dilakukan perseroan adalah memperluas pasar eksternal dengan menambah produk baru.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengatakan, perseroan mengantongi perolehan kontrak baru senilai Rp 3,69 triliun hingga kuartal III-2019. Pihaknya kemungkinan akan merevisi turun target kontrak baru tahun ini yang semula dipatok Rp 10 triliun. Revisi tersebut mengikuti langkah induk usaha perseroan, PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

“Besaran revisinya belum ditetapkan, mungkin nanti di akhir Oktober akan kami sampaikan,” jelas Jarot di sela perayaan HUT ke-5 perseroan di Cilegon, Banten, Senin (7/10).

Menurut Jarot, masih terdapat sejumlah kontrak baru yang tengah diproses selama Oktober ini. Pihaknya berharap beberapa tender konstruksi yang mundur tahun ini bisa dieksekusi tahun depan. Sehingga ada potensi peningkatan perolehan kontrak baru pada 2020.

“Target tahun depan masih belum diputuskan, tapi kami optimistis kontrak baru mencapai Rp 11 triliun, sementara posisi laba akan di kisaran lebih dari Rp 1 triliun,” jelas dia.

Hingga kuartal III-2019, perolehan nilai kontrak baru perseroan dari proyek eksternal sekitar 44%, antara lain jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) Seksi 2 dan 3, apartement Tokyo Riverside, tol Pekanbaru- Dumai Seksi 6C, tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Ramp on & off, Bandara Kulonprogo, Bendungan Leuwikeris, dan PLTGU Tambak Lorok.

Sementara perolehan nilai kontrak baru dari internal sekitar 56% yang berasal dari proyek besar seperti jalan tol Jakarta-Cikampek II Selatan, addendum jalan tol Cibitung-Cilincing, tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi II, dan Bandara Sultan Hasanuddin.

“Kami berharap porsi proyek ekternal bisa terus bertambah, menjadi 50% akhir tahun ini. Begitu juga dengan tahun depan,” kata Jarot.

Salah satu strategi yang dilakukan untuk melebarkan pasar eksternal adalah menambah produk baru serta kapasitas produksi. Saat ini perusahaan tengah menyelesaikan pembangunan pabrik baru yang terletak di Penajam Paser Utara, Kalimantan.

Pembangunan plant penajam ini tercatat telah mencapai 70%, yang kemudian diharapkan selesai pada awal tahun 2020. Plant ini nantinya akan memiliki kapasitas sebesar 250 ribu ton per tahun. Melalui plant ini, perseroan ingin menyerap potensi pasar ke depan di wilayah tengah dan timur Indonesia, bahkan pasar regional di Asia Tenggara.

Tak hanya itu, saat ini Waskita Beton Precast juga sedang membangun fasilitas workshop 5 di plant Bojonegara. Sesuai rencana, workshop seluas 11.340 m2 ini ditargetkan dapat memproduksi produk spun pile berdiameter 800 mm, 1000 mm, dan 1200 mm.

Perseroan, kata Jarot, juga menjaga sinergi dengan Grup Waskita untuk proyek-proyek yang bersifat pengembangan bisnis, dan melakukan inovasi pengembangan produk baru, seperti tiang listrik beton, bantalan rel kereta api, serta spun pile diameter 1200 mm dengan panjang 50 meter.

Adapun spun pile ini merupakan produk pertama di Asia Tenggara. Saat ini, perusahaan juga tengah mengembangkan produk lainnya yaitu precast Gedung, dan façade, serta menginisiasi kerjasama dengan perusahaan global yang  beroperasi di Indonesia. Saat ini kapasitas produksi precast perseroan telah mencapai 3,7 juta ton per tahun.

Sementara itu, rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur diproyeksikan menjadi berkah bagi perseroan yang bakal mengoperasikan pabrik barunya tahun depan.

Lokasi plant Penajam ini berjarak sekitar 15 km ke pusat pemerintahan Kabupaten Penajam dan sekitar 120 km ke Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan fasilitas penunjang yang sudah ada berupa area produksi, area workshop dan area pengolah limbah, perusahaan berencana untuk melakukan ekspansi dengan memiliki dermaga sendiri nantinya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA