Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wika Beton. Foto: David

Wika Beton. Foto: David

2020, Wika Beton bakal Tumbuh Pesat

Kamis, 9 Januari 2020 | 07:40 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - APT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) diproyeksikan mampu menorehkan pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih baik sepanjang 2020. Hal itu seiring lelang tahun ini untuk proyek-proyek yang tertunda pada 2019, sehingga total kontrak baru perseroan diharapkan tumbuh pesat.

Danareksa Sekuritas memproyeksikan kenaikan laba bersih Wika Beton menjadi Rp 574 miliar pada 2020 dibandingkan perkiraan tahun 2019 senilai Rp 507 miliar dan realisasi tahun 2018 sebesar Rp 486 miliar. Pendapatan juga diharapkan tumbuh menjadi Rp 8,17 triliun pada 2020 dibandingkan estimasi tahun 2019 senilai Rp 7,03 triliun dan pencapaian tahun 2018 yang sebesar Rp 6,93 triliun.

“Kami memperkirakan sejumlah proyek yang mengalami penundaan sepanjang tahun 2019 akan direalisasikan pada 2020. Hal ini berpotensi menaikkan perolehan kontrak baru perseroaan sebesar 10% menjadi Rp 8,9 triliun pada 2020,” ungkap analis Danareksa Sekuritas Maria Renata dalam risetnya, baru-baru ini. Terkait kinerja keuangan hingga akhir 2019, Maria malah memangkas targetnya, seiring rendahnya pencapaian kontrak baru dan kinerja keuangan Wika Beton sampai September 2019. Target kontrak baru perseroan dipangkas dari Rp 8,81 triliun menjadi Rp 8,12 triliun hingga akhir 2019.

Sedangkan pendapatan perseroan direvisi turun dari target Rp 7,77 triliun menjadi Rp 7,03 triliun hingga akhir 2019. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih direvisi turun dari Rp 554 miliar menjadi Rp 507 miliar.

Hingga September 2019, Wika Beton membukukan peningkatan pendapatan sebesar 6,5% menjadi Rp 437 triliun dan laba bersih naik hingga 8,5% menjadi Rp 303 miliar. Sedangkan perolehan kontrak baru perseroan mencapai Rp 4,8 triliun atau hanya merefleksikan 52,9% dari target manajemen Rp 9,08 triliun.

Terkait rencana penjualan saham treasury, penjualannya bisa mencapai Rp 58,2 miliar dengan asumsi harga jual Rp 154 per saham. Penjualan saham treasury tersebut kemungkinan dilaksanakan melalui private placement. Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham WTON dengan target harga direvisi turun dari Rp 730 menjadi Rp 680. Pemangkasan target harga tersebut mencermati rendahnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan hingga September 2019 dan pemangkasan target kinerja keuangan hingga akhir 2019.

Sebelumnya, manajemen Wika Beton menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 948 miliar pada 2020 atau dua kali lipat dari tahun 2019 yang sebesar Rp 429 miliar. Langkah ini merupakan upaya perseroan meningkatkan kapasitas produksi beton pracetak (precast) menjadi 4,2 juta ton pada 2020 dari proyeksi akhir 2019 yang sebanyak 3,8 juta ton. Direktur Utama Wika Beton Hadian Pramudita sebelumnya mengatakan, mayoritas capex akan digunakan antara lain untuk membangun pabrik tambahan di Boyolali, Jawa Tengah dan Pasuruan, Jawa Timur, serta pabrik di lokasi baru seperti Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Kami juga akan kerja sama dengan beberapa quarry dan kemungkinan akuisisi satu atau dua perusahaan pemilik pabrik precast,” jelas dia.

Menurut Hadian, perseroan sedang melakukan due diligence terhadap sejumlah perusahaan di dalam negeri. Namun, pihaknya belum dapat menyebut lokasi pabrik yang diincar tersebut. Perseroan berniat mengakusisi mayoritas saham.

Sementara itu, untuk rencana pabrik di Kalimantan Timur, perseroan sebenarnya telah memiliki lahan sendiri seluas 26 hektare (ha). Selain itu, perseroan turut membuka peluang untuk menyewa lahan, yang mendekati lokasi dengan lokasi Ibu Kota baru. Perseroan masih melakukan survei mengenai lokasi terbaik. Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan pabrik baru tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar enam bulan.

Adapun Wika Beton tengah menggarap mobile plant yang berdiri di lahan seluas 3,8 hektare (ha) di Kampar, Riau. Pabrik ini akan menyalurkan kebutuhan beton untuk proyek jalan tol Padang-Pekanbaru. Progres pekerjaan telah mencapai 87%. Pabrik ini akan memiliki kapasitas sebanyak 150 ribu ton per tahun. Saat ini, dengan 14 pabrik dan 2 mobile plants, Wika Beton tercatat memiliki total kapasitas produksi precast sebanyak 3,7 juta ton. Tahun 2020, Wika Beton tetap mengkaji untuk ekspansi pabrik di luar negeri seperti Filipina. Namun, kata Hadian, pembangunan pabrik tergantung dari seberapa besar potensi dan kelangsungan bisnis pabrik di negara yang bersangkutan.

“Kalaupun tidak membangun pabrik, kemungkinan kita buka pasar baru. Jika ada kepastian di Januari atau Februari, kami akan kabarkan Negara tetangga yang kami tuju itu,” jelas dia.

Sementara itu, Wika Beton memiliki sejumlah alternatif sumber pembiayaan untuk kebutuhan capex 2020, selain dari kas internal. Perseroan memiliki treasury stock sebanyak 377 juta saham atau setara 4,33% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN