Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Energi Mega Persada Tbk. Foto: Perseroan.

PT Energi Mega Persada Tbk. Foto: Perseroan.

2021, Energi Mega Siapkan 'Capex' US$ 100 Juta

Selasa, 22 Desember 2020 | 23:06 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 100 juta pada 2021. Anggaran ini akan diserap oleh emiten Grup Bakrie tersebut untuk aktivitas tambang minyak dan gas (migas) di Blok Malacca Straits, Bentu, dan Buzi Mozambik.

Direktur Energi Mega Persada Edoardus A Windoe mengatakan, belanja modal 2021 akan difokuskan untuk pengembangan blok-blok utama, mulai dari aktivitas eksplorasi berupa pengeboran dan seismik, serta pembangunan fasilitas pendukung. Strategi ini sebagai upaya meningkatkan produksi migas pada tahun depan. “Kami berharap produksi tahun depan akan lebih tinggi dari tahun ini. Sementara target 2020, mudah-mudahan akan tercapai,” jelas dia saat paparan publik secara virtual, Selasa (22/12).

Hingga kuartal III-2020, produksi minyak perseroan mencapai 4.031 barel minyak per hari (boepd), naik 71% dibanding periode sama tahun lalu 2.354 boepd. Sedangkan produksi gas perseroan sebanyak 179 juta kaki kubik per hari (mmcfd), naik 28% dari sebelumnya 140 mmcfd.

Sebagai informasi, di Blok Malacca Straits, perseroan telah menyelesaikan pengeboran tiga sumur hingga Juni 2020. Produksi rata-rata minyak dan gas blok tersebut masing-masing sebesar 3.017 boepd dan 2,96 mmcfd. Adapun Blok Bentu Psc di Riau saat ini sedang melakukan 3D seismic di area seluas 550 km. Blok Bentu telah berhasil meningkatkan produksi gasnya dari 61,9 mmcfd pada 2019 menjadi 79,29 mmcfd pada September 2020.

Sementara itu, satu-satunya blok migas luar negeri perseroan, yakni Buzi di Mozambik, Afrika Timur, telah menyelesaikan pengeboran satu sumur dan sedang melanjutkan pengeboran satu sumur lainnya. Energi Mega Persada melalui anak usahanya Buzi Hidrocarbons Pte. Ltd (BHPL) memiliki 75% saham Blok Buzi.

Selain tiga blok utama ini, kata Edoardus, perseroan menjalankan pengembangan Blok Sangata di Kalimantan Timur. Perseroan memiliki hak partisipasi sebanyak 42% di blok tersebut. “Sangata telah mendapat perpanjangan periode eksplorasi sampai Apri 2022. Kami sudah punya rencana pengeboran awal di Sangata,” jelas dia.

Di sisi lain, Energi Mega Persada juga masih mempersiapkan dokumen yang akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Perseroan sebelumnya telah meraih izin pemegang saham terkait aksi korporasi ini pada 30 November. Saham baru yang akan diterbitkan maksimal 20 miliar saham. Namun, manajemen belum dapat mengungkap detail rights issue, termasuk target dana, harga pelaksanaan, serta pihak yang akan menjadi pembeli siaga.

Energi Mega Persada membukukan penjualan bersih US$ 239 juta hingga kuartal III-2020 atau naik 25% dibanding periode sama tahun lalu US$ 191,99 juta. Seiring itu, perseroan membukukan laba bersih US$ 42,03 juta, melonjak 254% dari sebelumnya US$ 11,88 juta, sementara laba operasi tumbuh 45% secara tahunan menjadi US$ 92 juta. Perseroan juga menjaga rasio-rasio keuangannya tetap sehat, dengan debt to equity ratio di level 0,62 kali, dan memiliki cash dan restricted cash hingga US$ 66,50 juta hingga September 2020.

Sebelumnya, Direktur Utama Energi Mega Persada Syailendra Bakrie mengungkapkan, secara internal, perusahaan akan terus berusaha meningkatkan produksi minyak dan gasnya melalui program pengembangan yang ada, menemukan cadangan minyak dan gas baru melalui aktivitas eksplorasi, dan menurunkan biaya terkait dengan melakukan efisiensi di seluruh lini organisasi perusahaan.

Selain inisiatif untuk pengembangan dari internal perusahaan, perseroan terus memantau kesempatan untuk mengakuisisi aset-aset baru yang dapat menambah nilai untuk portofolio bisnis perusahaan. Perseroan berupaya berpartisipasi dalam program pemerintah untuk mencapai target produksi negara sebesar 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN