Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

2021, Laba Bersih KBI Melonjak 53%

Sabtu, 28 Mei 2022 | 13:45 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) berhasil mencatatkan laba bersih Rp 101,6 miliar pada 2021, melonjak 53% dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp 66,4 miliar.

Peningkatan laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan operasional pada 2021 yang meningkat 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2021, KBI berhasil membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 189,5 miliar, sedangkan pendapatan operasional tahun 2020 seniali Rp 170 miliar.

“Pencapaian laba bersih tahun 2021 tentunya merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan. Kita tahu, tahun 2021, Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19, dan upaya yang dilakukan KBI adalah dengan melakukan upaya transformasi serta peningkatan layanan,” kata Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi dalam keterangan tertulis.

Dalam hal transformasi, KBI telah melakukan upaya digitalisasi dalam kegiatan usaha, sehingga tetap bisa menjalankan perannya sebagai lembaga kliring maupun sebagai pusat registrasi resi gudang dengan maksimal, yang tentunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Baca juga: Dolar Jatuh, Trader Pangkas Ekspektasi Naiknya Suku Bunga Fed

Sedangkan dalam hal layanan, dalam situasi pandemi yang sebagian pemangku kepentingan melakukan kegiatan secara online, KBI terus memberikan layanan prima.

Peningkatan kinerja yang diperoleh KBI ini berbanding lurus dengan lini usahanya yang juga mengalami pertumbuhan. Dari lini usaha sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyesaian Transaksi di Bursa Berjangka Jakarta, sepanjang tahun 2021 volume transaksi mencapai 9.555.097 lot, terdiri atas 2.012.529 lot transaksi multilateral serta 7.542.568 lot untuk Sistem Perdagangan Alternatif (SPA).

Transaksi ini mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun 2020 dengan volume transaksi mencapai 9.446.122,4 lot, yang terdiri atas 1.678.267 lot transaksi multilateral serta 7.767.855,4 lot untuk SPA.

Dari lini usaha sebagai Lembaga Kliring Pasar Fisik Timah Murni Batangan untuk ekspor, sepanjang tahun 2021 transaksi pasar fisik timah murni bantangan di Bursa Berjangka Jakarta yang dikliringkan di KBI tercatat sebanyak 10.977 lot dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 20,7 triliun.

Baca juga: Rusia Pertimbangkan Izin Uang Kripto untuk Pembayaran Internasional

Dari total transaksi tersebut, di pasar fisik timah murni batangan untuk ekspor mencapai 8.862 lot dengan nilai transaksi sebesar US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 19,7 triliun. Sedangkan dari Pasar Fisik Timah dalam negeri sepanjang tahun 2021 (Maret-Desember) transaksi mencapai 2.115 lot senilai Rp 987 miliar.

Adapun dari lini usaha sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang, sepanjang tahun 2021 tercatat pemanfaatan resi gudang mencapai 633 RG yang diregistrasi, dalam volume 13.968 ton dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 277 miliar.

Pencapaian di tahun 2021 tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2020, dimana jumlah resi gudang yang diregistrasi mencapai 427 RG dalam volume 9.590 ton dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 93,8 miliar.

“Perolehan laba tahun 2021 ini menjadi catatan tersendiri bagi KBI. Hal ini karena di tahun 2021 KBI telah berhasil mencatatkan rekor laba terbesar sepanjang sejarah KBI beroperasi,” sebut Fajar.

Baca juga: BEI: Waran Terstruktur Jadi Pilihan Investasi Aman Bagi Investor

Ke depan, KBI akan terus melakukan berbagai upaya transformasi, serta menjalankan berbagai inisiasi bisnis baru. Untuk tahun 2022, pihaknya menargetkan laba sebesar Rp 108,2 miliar atau meningkat 6,5% dibandingkan realisasi tahun 2021. Pendapatan ditergetkan mencapai Rp 228,8 miliar, meningkat 20,7% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 189,5 miliar.

Sebagai catatan, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, KBI selalu mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang positif. Pada 2017, KBI mencatatkan laba bersih Rp 10,4 miliar. Tahun 2018 sebesar Rp 27,5 miliar, tahun 2019 sebesar Rp 50,3 miliar, tahun 2020 sebesar Rp 66,4 miliar, dan tahun 2021 sebesar Rp 101,6 miliar.

Dalam kurun waktu 5 tahun tersebut, KBI juga secara konsisten mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional, yaitu di tahun 2017 sebesar Rp 48,5 miliar, tahun 2018 senilai Rp 70,8 miliar, tahun 2019 sebesar Rp 112,5 miliar, tahun 2020 senilai Rp 170 miliar, dan tahun 2021 mencapai Rp 189,5 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN