Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Tumisu (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Tumisu (Pixabay)

2021, Panin AM Targetkan Dana Kelolaan Rp 16,3 Triliun

Rabu, 6 Januari 2021 | 22:43 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Panin Asset Management (Panin AM) menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp 16,3 triliun pada tahun ini. Nilai ini meningkat dibandingkan akhir 2020 yang melebihi Rp 14 triliun.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) yang diprediksi bisa menembus 6.700 tahun ini menjadi faktor yang mendorong kinerja Panin AM. Pasalnya, dengan target IHSG tersebut, return semua reksa dana kecuali reksa dana indeks bisa meningkat 2% di atas kenaikan IHSG. "Kalau IHSG misalkan naik 10%, maka return reksa dana bisa mencapai sekitar 2-3% lebih tinggi," ujar dia, baru-baru ini.

Dengan melihat potensi peningkatan IHSG tersebut, Panin AM mencoba masuk ke saham-saham undervalued. Saham-saham tersebut ada di segmen medium cap dan juga kombinasi dengan big cap.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan meluncurkan produk lima produk reksadana terproteksi tahun ini. Selain itu, perseroan juga akan meluncurkan produk lain sesuai permintaan konsumen.

Perseroan juga berencana meluncurkan ulang aplikasi pada akhir kuartal I-2021 atau kuartal II-2021. Aplikasi ini akan diluncurkan dengan pendekatan ke nasabah institusi. "Rencana aplikasi yang akan diluncurkan ulang dilengkapi dengan analisa big data," papar dia.

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, dana kelolaan industri reksa dana hingga November 2020 mencapai Rp 547,84 triliun atau tertinggi sepanjang 2020. Dana kelolaan tersebut meningkat 1,04% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 542,17 triliun.

Menurut Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo, peningkatan dana kelolaan industri reksa dana sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor reksa dana. Per 19 November 2020, jumlah investor reksa dana mencapai 2,82 juta orang. "Jumlah investor reksa dana per 19 November 2020 meningkat 59,32% dari akhir 2019 yang mencapai 1,77 juta orang," kata dia.

Jumlah investor reksa dana ini, lanjut Uriep, merupakan yang terbanyak dibandingkan jumlah investor lain di pasar modal. Tercatat, jumlah investor di saham mencapai 1,5 juta orang dan investor di surat berharga negara (SBN) sebanyak 448,14 ribu orang. Total jumlah investor di pasar modal mencapai 3,53 juta orang.

Selain dari penambahan jumlah investor, pertumbuhan dana kelolaan dan jumlah investor sejalan dengan bertambahnya selling agent fintech, yang juga menjadi faktor peningkatan transaksi. Sampai saat ini, sekurangnya ada 11 selling agent fintech yang memfasilitasi transaksi reksa dana.

Uriep menjelaskan, hingga 19 November 2020, selling agent fintech sudah mencatat dana kelolaan reksa dana sebesar Rp 5,2 triliun atau meningkat 133% dari realisasi akhir 2019 senilai Rp 2,23 triliun.

Pertumbuhan dana kelolaan reksa dana di industri fintech ini paling banyak disumbang oleh reksa dana pasar uang, yakni sebesar Rp 2,81 triliun. Kemudian dikontribusi pula oleh reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp 1,09 triliun, reksa dana saham sebesar Rp 700 miliar dan jenis reksa dana lainnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN