Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sky Energy Indonesia Tbk. Foto: Perseroan.

PT Sky Energy Indonesia Tbk. Foto: Perseroan.

2021, Penjualan Sky Energy Naik Dua Kali Lipat

Senin, 28 September 2020 | 12:25 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) membidik peningkatan penjualan hingga Rp 1,32 triliun pada 2021. Angka tersebut naik 104% dibandingkan target penjualan tahun 2020, yakni Rp 648,7 miliar.

Komisaris Sky Energy Indonesia Christopher Liawan mengatakan, bidikan pendapatan itu sejalan dengan penyelesaian pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Cisalak, Depok, Jawa Barat yang akan mulai beroperasi Oktober 2020. Pada pabrik seluas 2 hektare ini, perseroan mengklaim dapat memproduksi solar cell hingga 100 Megawatt Peak (MWP).

“Dengan begitu, kami memiliki dua buah pabrik yang beroperasi untuk mendukung keseriusan pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan (EBT). Hal ini menjadi peluang bisnis jangka panjang yang sangat baik bagi perseroan,” jelas Christopher, saat dihubungi Investor Daily, Senin (28/9).

Perlu diketahui, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harris Yahya telah menyampaikan rencana pemerintah untuk mendorong pemanfaatan energi surya melalui pembangunan PLTS.

Hal itu dicanangkan untuk memenuhi target pemerintah untuk bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebanyak 23% dari konsumsi energi nasional hingga tahun 2025.

Untuk memuluskan target tersebut, perseroan pun akan terus menambah kapasitas produksi mencapai 700 MWP Solar Cell dan 900 MWP Solar Module. Rencana ini  akan diwujudkan perseroan dengan membangun pabrik ketiga di Sentul, Bogor, yang diproyeksikan menghabiskan biaya Rp 400 miliar.

“Pabrik ketiga ini akan kami wujudkan pada 2021. Saat ini, kami sedang mempertimbangkan sumber dananya, bisa melalui keuntungan, pinjaman, maupun kerja sama,” ujarnya.

Sebelumnya, emiten berkode saham JSKY itu sempat berencana melakukan kembali hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), atau rights issue  dengan target dana yang dihimpun mencapai Rp 99 miliar. Namun, rencana ini batal karena telah melewati batas waktu penyelenggaraan. 

Penggalangan dana melalui aksi tersebut dilakukan lantaran perseroan membutuhkan modal kerja pada pabrik kedua perseroan yang berlokasi di Cisalak, Depok. Pada aksi ini, perseroan berencana melepaskan saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 500 per lembar. 

“Kami masih belum menentukan, berapa banyak saham yang akan kami terbitkan. Hasilnya akan keluar berbarengan dengan izin yang akan kami minta dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Oktober 2020,” jelas dia, dalam paparan publik virtual, Selasa (22/9) lalu.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN