Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petrosea

Petrosea

2021, Petrosea Siapkan "Capex" US$ 100 Juta

Selasa, 15 Desember 2020 | 18:23 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id -  PT Petrosea Tbk (PTRO) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 100 juta tahun 2021. Belanja modal ini akan digunakan untuk membiayai proyek yang sudah ada dan proyek baru ditangani.

Direktur Petrosea Romi Novan Indrawan mengatakan, dana belanja modal tahun depan bersumber dari pinjaman perbankan. Tercatat, perusahaan telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk senilai US$ 50 juta pada 10 Juni 2020 dan 20 Juli 2020. "Fasilitas pinjaman dari bank untuk belanja modal sudah kami siapkan," ujar dia dalam acara Public Expose secara Virtual, di Jakarta, Selasa (15/12).

Belanja modal tersebut bakal digunakan untuk mendukung proyek dengan PT Kideco Jaya Agung. Selain itu, perseroan akan menggunakan belanja modal untuk menangani kontrak dengan klien baru yang prosesnya hampir mendekati final.

Novan menggunakan, alokasi belanja modal ini cenderung agresif tahun 2021, dibandingkan tahun 2020. Pasalnya, hingga kuartal III-2020, Petrosea baru menyerap belanja modal sebesar US$ 23,6 juta. "Sehubungan dengan pandemi Covid-19, kami mengoptimalkan penggunaan belanja modal dengan melakukan digitalisasi," kata Novan.

Dengan serapan belanja modal yang lebih besar, Petrosea berharap kinerja tahun depan bisa lebih baik, dibandingkan tahun ini. Sementara sampai akhir 2020, perseroan menargetkan overburden removal batubara bisa bertumbuh 20%. Sedangkan volume produksi batu bara tahun ini diharapkan mencapai 80-85% dari target yang ditetapkan.

Dari sisi kontrak, Direktur Utama Petrosea Hanifa Indradjaya mengatakan, perseroan berharap mendapatkan tambahan banyak kontrak baru tahun depan. Hal ini seiring dengan membaiknya industri batubara pada tahun depan. "Untuk order book, kami mencatatkan nilai yang lebih besar pada tahun 2020 dibandingkan akhir 2019," kata dia.

Sedangkan hingga Oktober 2020, perseroan mencatat order book atau kontrak yang ada ditangan sebanyak US$ 812 juta. Nilai ini meningkat signifikan dari raihan sepanjang 2019 senilai US$ 500 juta.

Adapun kontrak yang diperoleh pada tahun 2020, yaitu kontrak penambangan batu bara Kideco Jaya Agung di pit Roto North. Volume kontrak mencapai 4,94 juta bcm pada 2020 dan kontrak diperpanjang hingga 31 Desember 2028. Kontrak lain yang diperoleh adalah dari PT Freeport Indonesia berupa perpanjangan jasa konstruksi di Portsite hingga 28 Februari 2021.

Selain itu, perseroan memperpanjang masa kontrak untuk jasa pertambangan Grasberg Wanagon milik Freeport di Papua hingga 31 Agustus 2021. Kemudian, perseroan menerima kontrak dari Integrated Freight Forwarding Services dengan BP Berau Ltd untuk periode 36 bulan senilai Rp 143 miliar. Petrosea juga menerima kontrak dari PT Masmindo Dwi Area berupa pemberian jasa FEED untuk Proyek Tambang Emas Awak Mas. Nilai kontrak untuk proyek ini mencapai US$ 11,45 juta dengan tenor 40 minggu dari tanggal kontrak.

Dari sisi kinerja, pada kuartal III-2020, perseroan mencatat pendapatan sebesar US$ 249,93 juta, turun 34% dari raihan hingga kuartal III-2019 mencapai US$ 378,74 juta. Hal ini berimbas terhadap penurunan laba bersih perseroan sebesar 36,1% menjadi US$ 13,16 juta.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN