Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek PT PP Tbk. Foto: Laporan tahunan perseroan.

Salah satu proyek PT PP Tbk. Foto: Laporan tahunan perseroan.

2021, PP Naikkan Belanja Modal Hampir 100%

Minggu, 27 Desember 2020 | 17:42 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 6,52 triliun pada tahun depan. Anggaran tersebut hampir dua kali lipat atau meningkat 92,9% dari capex 2020 yang sebesar Rp 3,38 triliun.

Senior Vice President Divisi Pengembangan Bisnis PP, I Gede Upeksa mengatakan bahwa belanja modal 2021 terdiri atas dana investasi proyek carry over sebesar Rp 4,36 triliun dan anggaran investasi baru Rp 1,89 triliun. Untuk investasi baru, perseroan masih fokus pada pengembangan infrastruktur termasuk jalan tol, kawasan industri, sistem penyediaan air minum (SPAM), dan bandar udara.

“Selain dari ekuitas, sumber pendanaan ekspansi juga dari eksternal. Kami ada rencana menerbitkan obligasi,” kata dia kepada Investor Daily, Minggu (27/12).

I Gede Upeksa menambahkan, pihaknya optimistis terhadap prospek infrastruktur 2021 yang akan tumbuh karena didorong oleh proyek-proyek pemerintah. Perseroan tetap fokus pada sektor infratsruktur pemenuhan kebutuhan dasar, pengembangan kawasan pariwisata termasuk akses jalan, serta penyediaan air minum.

Seperti diketahui, perseroan telah mendirikan perusahaan patungan bernama PT PP Tirta Madani pada 11 Desember. Sebanyak 80% saham PP Tirta Madani dikendalikan PT PP Infrastruktur, 15% saham dimiliki PT Memiontec Indonesia, dan 15% sisanya milik PT Envitech Perkasa.

Perusahaan patungan yang fokus di bidang pengelolaan air ini diharapkan turut menunjang kegiatan usaha, yakni berkontribusi terhadap pendapatan berulang atau recurring income sehingga memperkuat keuangan PP.

Pada 16 Desember, PP Tirta Madani resmi meraih proyek KPBU SPAM Pekanbaru yang akan memiliki total kapasitas pasokan yang didistribusikan ke PDAM Tirta Siak sebanyak 750 liter per detik. Proyek ini memerlukan total investasi hingga Rp 499 miliar, yang sebanyak Rp 381 miliar dibiayai mandiri oleh PP Tirta Madani, dan Rp 118 miliar oleh viability gap fund.

Pada bagian lain, PP siap mengejar penyelesaian proyek jalan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada tahun depan. Hingga pekan ketiga November 2020, progress pembangunan proyek telah mencapai 32,50%, atau lebih cepat dari yang direncanakan.

Perseroan optimistis bisa menyelesaikan pembangunan proyek dengan nilai kontrak Rp 899 miliar tersebut pada pertengahan 2021. Jalan KEK Mandalika dengan panjang lintasan 4,31 km memiliki 17 tikungan diharapkan dapat menjadi pesaing utama pegelaran balap MotoGP di Buriram United International Circuit di Thailand. Tahun depan, Indonesia dijadwalkan akan menjadi tuan rumah seri ke-15 MotoGP setelah sebelumnya diselenggarakan di negara Malaysia dan Thailand.

Sebelumnya, Direktur Utama PP Novel Arsyad mengatakan, perseroan merupakan kontraktor pertama di Indonesia yang diberikan kepercayaan untuk mengerjakan jalan dan sirkuit untuk perhelatan besar MotoGP. Proyek ini menambah pengalaman perseroan dalam mengerjakan berbagai proyek berskala besar, seperti New Yogyakarta International Airport, yang dapat dituntaskan oleh perseroan dengan kualitas terbaik dan sesuai target.

“Selain itu, perseroan juga menyelesaikan pembanguan Stadion Papua Bangkit dimana seluruh faslitas stadion ini telah tersetifikasi dan berstandard internasional untuk penyelenggaraan PON XX. Setelah sukses menyelesaikan proyek-proyek bergengsi tersebut, Perseroan kali ini kembali akan menyelesaikan proyek sirkuit jalan raya Mandalika dalam waktu yang relatif singkat dan berstandar internasional,” jelas dia.

PP tercatat membukukan kontrak baru senilai Rp 17,42 triliun hingga pekan ketiga di November 2020. Proyek gedung masih mendominasi penyumbang utama kontrak perseroan disusul kontrak pengerjaan industri. Kontrak baru ini termasuk proyek pabrik peleburan Feronikel Kolaka Jalur 2,5,6 sebesar Rp 3,23 triliun, RDMP JO sebesar Rp 1,80 triliun, SPAM Pekanbaru-Kampar sebesar Rp 1,26 triliun, serta Bogor Heritage Apartment sebesar Rp 1,17 triliun, dan Bendungan Tiu Suntuk Paket II senilai Rp 304 miliar.

Pekerjaan gedung masih mendominasi total kontrak perseroan, yaitu mencapai 26,18% dari total kontrak, diikuti dengan kontrak pengerjaan industri sebesar 22,98%, jalan dan jembatan sebesar 14,10%, irigasi 9,73%, pembangkit listrik 6,47%, bendungan 2,36%, terakhir segmen pelabuhan udara dan rel kereta api masing-masing menyumbang 2,09%, dan 0,78%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN