Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Acara public expose PT Sugih Energy Tbk, di Jakarta, Kamis (30/01).

Acara public expose PT Sugih Energy Tbk, di Jakarta, Kamis (30/01).

Sugih Energy akan Akuisisi 44 Sumur di Cepu

Kamis, 30 Januari 2020 | 22:22 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  — PT Sugih Energy Tbk (SUGI) akan segera mengakuisisi 44 sumur minyak di Cepu, Jawa Tengah. Sumur-sumur tersebut diperkirakan akan memproduksi minyak hingga 2 ribu barel per hari.

Direktur perseroan David K Wiranata mengatakan, Sugih Energy telah melakukan penandatanganan perjanjian tahap awal (MoU) dengan PT Nureka untuk menjalankan proyek sumur minyak di Cepu.

“Bentuk kerjasama kami dengan PT Nureka ini berupa mengakuisisi saham milik mereka sebesar 85%. Namun, tidak menutup kemungkinan kita juga akan mengajak investor lain untuk memiliki saham ini, karena kondisi keuangan kita yang terbatas,” ujar David, di acara public expose, di Jakarta, Kamis (30/01).

Lebih lanjut, 44 sumur proyek perseroan dengan PT Nureka ini merupakan sumur bekas Belanda. David optimistis terhadap proyek ini, pasalnya, sumur-sumur tersebut merupakan bekas Pertamina.

Sementara itu, perseroan saat ini sedang mengupayakan anggaran belanja modal di tahun 2020 sebesar Rp 43 miliar. Rencananya, dana tersebut akan digunakan oleh perseroan untuk membayar gaji karyawan, dan denda BEI, OJK, serta pajak.

Untuk bisa memperoleh dana belanja modal tersebut, pihaknya berencana menerbitkan convertible note. “Kita sudah menggundang para investor kami untuk convertible note ini, dan beberapa dari mereka sudah ada yang berminat,” ujad David.

Kendati demikian, perseroan juga optimistis saham mereka bisa melonjak hingga Rp 150 per saham dari saat ini hanya Rp 50 per saham setelah suspensi oleh Bursa Efek Indonesia dicabut.

Sebelumnya, BEI pada 30 Oktober 2019 mengumumkan suspensi terhadap perseroan. Suspensi tersebut diberikan karena perseroan tidak menyampaikan laporan keuangan tengah tahunan 2019 dan belum melakukan pembayaran denda. Suspensi ini sudah berjalan sejak 11 Juli 2019.

Kemudian pada tanggal 19 Maret 2019, suspense terhadap saham SUGI juga sempat dicabut sehingga dapat diperdagangkan kembali di Bursa Efek Indonesia.

Selain itu BEI juga pernah mensuspensi perseroan dikarenakan tidak menyampaikan laporan keuangan dan belum membayar denda pada tahun 2018.

Terkait hal tersebut, David mengatakan, untuk laporan keuangan tahun 2018 perseroan akan segera menyelesaikannya, dan akan diumumkan di awal Februari. Sedangkan untuk laporan keuangan 2019, saat ini masih dalam tahapan proses.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN