Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IBF Finance membiayai sejumlah sektor, salah satunya pertambangan. Foto: Perseroan.

IBF Finance membiayai sejumlah sektor, salah satunya pertambangan. Foto: Perseroan.

Northcliff Lepas 11,04% Saham IBF Finance

Selasa, 10 Maret 2020 | 21:41 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Northcliff Indonesia melepas 11,04% saham atau seluruh kepemilikannya di PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) atau IBF Finance. Nilai divestasi saham tersebut sebesar Rp 16,75 miliar.

Direktur Utama IBF Finance Carolina Dina Rusdiana menjelaskan, transaksi itu dilakukan pada 9 Maret 2020. Pada tanggal tersebut, Northcliff menjual 167,5 juta saham IBF Finance dengan harga Rp 100 per saham.

"Sebelum transaksi, Northcliff masih menggenggam 11,04% saham IBF Finance. Setelah transaksi, Northcliff tidak lagi memiliki saham IBF Finance," jelas Carolina dalam keterangan resmi, Selasa (10/3).

Sementara itu, pemilik saham IBF Finance lainnya adalah PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang menguasai 55,07% saham per 30 November 2019. Lalu, PT Inta Trading dengan kepemilikan 17,23% saham. Sisanya dimiliki publik.

Sebelumnya, Northcliff memiliki 11,04% saham IBF Finance melalui proses rights issue pada 2018. Saat itu, Northcliff mengeksekusi sebanyak 167,5 juta saham IBF Finance pada harga Rp 400 per saham, sehingga total transaksi yang dilakukan mencapai Rp 67 miliar.

Hingga kuartal III-2019, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 12,96 miliar. Nilai tersebut berbanding terbalik dengan perolehan pada kuartal III-2018 yang merugi Rp 78,39 miliar. Laba bersih tersebut berasal dari total pendapatan yang mencapai Rp 165,86 miliar, berbanding dari raihan pendapatan pada kuartal III-2018 yang tercatat minus Rp 44,26 miliar.

Dari sisi aset, perseroan membukukan aset sebesar Rp 1,64 triliun pada kuartal III-2019, menurun dibandingkan kuartal III-2018 yang mencapai Rp 1,9 triliun. Sedangkan liabilitas tercatat Rp 1,23 triliun pada kuartal III-2019, menurun dibandingkan liabilitas pada kuartal III-2018 yang mencapai Rp 1,5 triliun.

Tahun ini, IBF Finance akan melakukan diversifikasi pembiayaan pada bidang infrastruktur, perkebunan, transportasi, dan trucking dalam logistik. Menurut Carolina, langkah tersebut bertujuan untuk menyeimbangkan portofolio di tengah penurunan harga dan permintaan batu bara.

"Kami akan menyalurkan pembiayaan baru yang akan tersebar di wilayah Indonesia, dengan melakukan proses yang prudent melalui penyempurnaan proses akuisisi, risk managementaccount management dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia," ujarnya.

Carolina menegaskan, perseroan optimistis dapat berkembang pada tahun depan karena market size pada sektor penyewaan alat berat masih memiliki potensi yang besar. Selain itu, perseroan akan memperluas bisnis pada sektor infrastruktur dan transportasi, seperti proyek konstruksi pembangunan, perawatan jembatan dan jalan. 

"Sektor energi akan kami support di alat-alat pendukung pembangunan pembangkit listrik karena proyek owner biasanya tidak memiliki alat sendiri," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN