Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk Indofood di sebuah gerai. Foto: Investor Daily/DAVID

Produk Indofood di sebuah gerai. Foto: Investor Daily/DAVID

Meski Laba Naik 10%, Harga Saham ICBP Anjlok 6,96%

Senin, 23 Maret 2020 | 18:34 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

JAKARTA, Investor.id – "Pasar saham sudah tidak rasional," demikian sejumlah investor menyebut kejatuhan IHSG hingga di bawah titik psikologis 4.000 pada perdagangan hari Senin (23/3/2020). Hal itu ditunjukkan dengan anjloknya harga saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) hingga menyentuh ketentuan auto reject asimetris (ARA) sebesar negatif 7%, bersamaan dengan pengumuman kenaikan laba korporasi sebesar 10%.

"Kepanikan investor menghadapi penyebaran wabah virus corona (COVID-19) membuat transaksi saham saat ini tidak rasional. Analisa fundamental perusahaan dilupakan," kata Hari Prabowo, ketua LP3M INVESTA, komunitas investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hari ini, harga saham ICBP diperdagangkan pada level Rp 8.350 atau turun 6,96%. Secara year to date (ytd), ICBP telah turun 25,11% dari Rp 11.150 pada 2 Januari 2020 menjadi Rp 8.350 pada 23 Maret 2020. Tahun ini, saham ICBP sempat mencapi puncaknya dan diperdagangkan pada level Rp 11.700 pada 29 Januari 2020.

Berdasarkan data RTI, price earning ratio (PER) saham tersebut 18,81 dengan dividen yield 2,34%. Nilai kapitalisasi pasar ICBP saat ini sebesar Rp 97,38 triliun.

Dalam keterangan kepada PT BEI, hari ini, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menyatakan perolehan laba 2019 sebesar Rp 5,04 triliun atau naik 10% dibanding tahun 2018 sebesar Rp 4,58 triliun.

Direktur Utama ICBP, Anthoni Salim menyatakan, perseroan  dapat kembali mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada tahun 2019 karena didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia yang baik, meskipun pertumbuhan ekonomi global melambat karena meningkatnya ketegangan perdagangan dunia dan ketidakpastian geopolitik.

“Agar tetap kompetitif di tahun-tahun mendatang, kami akan terus memperkuat brand equity dan mendorong inovasi produk, meningkatkan ketersediaan produk, penjualan ekspor, dan penjualan food service serta diversifikasi sumber bahan baku. Selain itu juga terus mengedepankan berbagai inisiatif penghematan biaya." kata dia dalam siaran pers, Senin (23/3/2020).

Ia menjelaskan, ICBP mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 10% menjadi Rp 42,30 triliun dari Rp 38,41 triliun pada tahun lalu. Laba usaha naik 15% menjadi Rp 7,40 triliun dari Rp 6,45 triliun.

IHSG hari ini terpangkas 205,43 poin atau ambles -4,90% ke level 3.989,52%. Indeks LQ45 juga terdepresiasi, melemah 6,62% ke posisi 583,410. Sebanyak 5,1 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan hingga sesi II berakhir, dengan nilai perdagangan sekitar Rp 5 triliun lebih, dan frekuensi mencapai 369.277 kali transaksi.

Saham-saham yang harganya turun paling tajam (top losers), antara lain PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP).

Tercatat, 76 saham harganya naik, 403 saham turun, dan sisanya stagnan. Seluruh sektor saham jeblok dengan pelemahan terdalam dialami sektor industri dasar yang ambles -5,87%, disusul sektor manufaktur yang jatuh -5,77%, kemudian sektor consumer yang terpangkas -5.75%, dan sektor infrastruktur yang terperosok -5.64%.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN