Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jaringan XL Axiata (Foto: XL Axiata/IST)

Jaringan XL Axiata (Foto: XL Axiata/IST)

XL Paling Diuntungkan dari Peningkatan Trafik Data

Sabtu, 11 April 2020 | 10:27 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor/id - Tren peningkatan trafik data diharapkan menjadi penopang pertumbuhan kinerja keuangan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Terlebih, mayoritas pendapatan perseroan dikontribusi oleh penjualan dari segmen data. Sedangkan sengitnya persaingan usaha bisnis telekomunikasi diperkirakan menjadi faktor penghambat kinerja tahun ini.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Selvi Ocktaviani mengungkapkan, peningkatan trafik data diharapkan menjadi penopang pertumbuhan kinerja keuangan XL tahun ini.

Advertisement

Lonjakan trafik data perseroan diperkirakan berlangsung pada kuartal II tahun ini.

“Peningkatan kebutuhan data oleh pelanggan untuk mengakses informasi, berkumunikasi, dan akses hiburan digital diharapkan menjadi penopang penjualan,” tulis Selvi dalam risetnya, baru-baru ini.

Dia memproyeksikan kenaikan pendapatan XL dari Rp 25,13 triliun menjadi Rp 27,73 triliun tahun ini. EBITDA juga diproyeksikan menguat dari Rp 9,96 triliun menjadi Rp 11,39 triliun.

Sedangkan laba bersih diperkirakan bertumbuh menjadi Rp 1,02 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun 2019 senilai Rp 713 miliar.

Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata.
Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata.

Dengan kontribusi segmen penjualan data mendominasi terhadap total pendapatan, XL akan menjadi operator telekomunikasi yang paling diuntungkan atas peningkatan trafik data tersebut ke depan.

Berdasarkan data hampir 77% pendapatan perseroan bersumber dari penjualan segmen data.

Ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan didukung oleh inisiatif perseroan untuk meluncurkan fitur baru guna menarik pelanggan. Fitur baru yang diluncurkan adalah paket data unlimited untuk merebut pangsa pasar dari sengitnya persaingan bisnis telekomunikasi di dalam negeri. Produk tersebut menyasar layanan yang marak dimanfaatkan pengguna telekomunikasi, seperti media sosial dan hiburan.

Terkait realisasi kinerja keuangan XL tahun lalu, menurut Selvi, realisasi pendapatan perseroan yang senilai Rp 25,1 triliun menjadi rekor terbaru sepanjang masa. Perseroan juga kembali meraih keuntungan dengan perolehan Rp 713 miliar.

“Meski demikian, perlu diwaspadai pertumbuhan pendapatan flat perseroan pada kuartal IV-2019,” jelasnya.

XL mencatatkan total pengguna bertumbuh menjadi 56,7 juta pelanggan hingga akhir tahun lalu. Angka tersebut menunjukkan penambahan sebanyak 1,2 juta pelanggan dari total pelanggan perseroan hingga kuartal III-2019 mencapai 55,5 juta. Hal ini membuktikan terjadi pengurangan pembelian dari pelanggan higher-end subscriber menjadi pembelian dari segmen lowerend subscriber.

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp 3.500 per saham. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA XL tahun ini sekitar 4,2 kali. Target harga tersebut juga telah mempertimbangkan potensi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan. Pandangan tentang pertumbuhan kinerja keuangan XL tahun ini juga disampaikan tim riset Sinarmas Sekuritas.

Teknisi merawat BTS XL Axiata. (IST)
Teknisi merawat BTS XL Axiata. (IST)

Pendapatan XL diharapkan bertumbuh dari Rp 25,13 triliun menjadi Rp 26,45 triliun. EBITDA juga diproyeksikan meningkat dari Rp 9,96 triliun menjadi Rp 11,18 triliun. Begitu juga dengan laba bersih diproyeksikan naik pesat dari Rp 713 miliar menjadi Rp 1,56 triliun.

Analis Sinarmas Sekuritas Richardson Raymond mengungkapkan, bisnis telekomunikasi memang masih menghadapi tantangan, meski demikian kinerja XL diproyeksikan tetap konstruktif tahun ini. Tantangan datang dari tingginya persaingan industri yang menawarkan beragam paket data menarik unuk menarik pelanggan.

Richardson yakin XL mampu mempertahankan kenaikan rerata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU), meski cenderung melambat.

Menurut dia, kenaikan ARPU akan mendorong berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan, seperti pendapatan dan laba bersih.

“Manajemen perseroan juga telah memposisikan brand Axis untuk mengimbangi pesatnya penawaran program unlimited dari beberapa operator. Axis secara agresif menyesuaikan tariff untuk menghalau penawaran jor-joran dari operator lainnya,” ungkap dia.

Selain faktor tersebut, penjualan sebanyak 2.782 menara telekomunikasi kepada Protelindo dan Centratama dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,05 triliun juag mempengaruhi kinerja XL. Perseroan diberikan kesempatan sebagai penyewa utama menara yang dijual tersebut dalam jangka waktu 10 tahun.

Berdasarkan perhitungan  Sinarmas Sekuritas, keuntungan yang diperoleh perseroan dari pelepasan menara tersebut yang disertai penyewaan kembali berkisar Rp 3,25triliun. Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp 3.000.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN