Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (10/6/2020), yang dilaksanakan secara live streaming

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (10/6/2020), yang dilaksanakan secara live streaming

Astra Agro Tetapkan Dividen Rp 49 per Saham

Rabu, 10 Juni 2020 | 16:09 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id –  PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menetapkan dividen tunai tahun buku 2019 senilai Rp 49 per unit saham. Dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 45% dari perolehan laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitsa induk.

Presiden Direktur Astra Agro Santosa menjelaskan, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (10/6) telah menetapkan penggunaan 45% laba bersih tahun buku 2019 untuk dibagikan sebagai dividen tunai. “Sisa laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan,” tutur Santosa dalam keterangan resmi perseroan, Rabu (10/6).

Tahun lalu, perseroan meraup laba bersih sebesar Rp 211 miliar. Dengan demikian, sekitar Rp 95 miliar dari laba bersih perseroan akan dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham.

Santosa menambahkan, penurunan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sepanjang tahun 2019 memicu penurunan kinerja keuangan perseroan. Harga CPO turun signifikan dan sempat menyentuh level terendah yaitu US$ 497 per ton pada awal semester dua tahun 2019. Selain itu, perseroan juga mencetat penurunan produktivitas kelapa sawit akibat musim kemarau serta El Nino ringan di wilayah Indonesia pada tahun 2019.

“Pendapatan Astra Agro pada periode tahun 2019 turun 8,5% dari Rp 19,08 triliun menjadi Rp 17,45 triliun. Laba bersih Astra Agro pada tahun 2019 sebesar Rp 211 milyar,” kata Santosa.

Namun dengan perbaikan harga jual CPO dalam dua bulan terakhir, dia menjelaskan, memberikan sinyal positif bagi industri kelapa sawit. Hal tersebut juga diikuti dengan penerapan program mandatori B30 dari Pemerintah Republik Indonesia yang berdampak positif terhadap daya serap minyak sawit di dalam negeri.

Selain membagikan dividen, RUPST perseroan menyetujui laporan tahunan 2019, termasuk pengesahan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, serta pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk tahun 2019, dan pengesahan susunan baru Dewan Komisaris.

Pemegang saham menetapkan Johannes Loman sebagai Komisaris, menggantikan Djony Bunarto Tjondro dan mengangkat Ari Dono Sukmanto sebagai Komisaris Independen. Dengan demikian, susunan baru Dewan Komisaris yaitu, Presiden Komisaris Chiew Sin Cheok, Komisaris Johannes Loman, Komisaris Independen Sidharta Utama, Komisaris Independen Angky Utarya Tisnadisastra dan Komisaris Independen Ari Dono Sukmanto.

Sementara susunan baru Direksi yaitu, Presiden Direktur Santosa, Wakil Presiden Direktur Joko Supriyono, Direktur Mario C. S. Gultom, Direktur Rujito Purnomo, Direktur M. Hadi Sugeng Wahyudiono, Direktur Nico Tahir, dan Direktur Said Fakhrullazi.

Strategi Produktivitas

Di sisi lain, Astra Agro telah menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan sepanjang tahun 2020. Beberapa strategi tersebut yaitu, melanjutkan program intensifikasi, mekanisasi dan automasi melalui penerapan inovasi teknologi. Selain itu, perseroan melakukan penelitian untuk mengembangkan benih unggul dan aplikasi terapannya, serta melanjutkan operasi industri hilir juga menggulirkan program peremajaan tanaman (replanting).

Hingga kuartal I-2020, laba bersih Astra Agro meningkat 892% menjadi Rp 371,06 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Pada periode yang sama, pendapatan bersih emiten berkode AALI ini, naik 13,3% dari Rp 4,23 triliun menjadi Rp 4,80 triliun.Dengan kenaikan itu, laba per saham juga meningkat 891,72% dari Rp 19,44 pada kuartal I tahun 2019 menjadi Rp 192,79 pada kuartal I tahun 2020.

Menurut Santosa, kenaikan laba bersih perusahaan ini didorong oleh peningkatan rata-rata harga jual minyak kelapa sawit sebesar 45% menjadi Rp 9.037/kg. “Faktor cuaca mempengaruhi produksi TBS pada kuartal pertama tahun ini,” ujar Santosa.

Sedangkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) Astra Agro turun 8,5% dari 1,21 juta ton menjadi 1,1 juta ton. Produksi minyak sawit mentah (CPO) turun 14,6% dari 415 ribu ton menjadi 354 ribu ton. Produksi olein meningkat 20,9% dari 83,6 ribu ton menjadi 101,1 ribu ton.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN