Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA)   saat listing di BEI Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) saat listing di BEI Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

2020, Distribusi Voucher Nusantara Fokus Perluas Jaringan Bisnis.

Selasa, 21 Juli 2020 | 22:40 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) di tengah pandemi tetap ekspansif dengan melanjutkan sejumlah program kerja dalam perluasan jaringan dan melengkapi ekosistem yakni added-value-service tambahan. Selain itu sebagai pendukung pertumbuhan penjualan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perseroan meluncurkan sebuah inisiasi program baru.

Direktur Distribusi Voucher Nusantara Dian Kurniadi menjelaskan, salah satu contohnya yakni dengan menambahkan sejumlah Vending Machine untuk penerimaan pembayaran non tunai maupun isi ulang produk yang dimiliki oleh perseroan.

Pihaknya mencontohkan pada produk yang dimiliki perseroan nantinya dapat digunakan sebagai isi ulang kartu Jak Lingko, e-money dan juga sebagai pembayaran penggunaan jalan tol dan sejumlah lahan parkir yang telah bekerjasama dengan Distribusi Voucher Nusantara.

“Hingga Februari lalu pengguna produk kami pada transportasi umum Transjakarta sudah meningkat mencapai 1 juta, untuk penambahan Vending Machine ini kami telah bekerjasama dengan sejumlah bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan pembayaran digital lainya seperti Gopay, Ovo dan lainya,”jelasnya usai paparan publik virtual, Selasa (21/7).

Adapun ke depannya perseroan juga berencana mempermudah pembayaran melalui aplikasi Instant Messenger seperti WhatsApp, pihaknya menargetkan untuk menyediakan sebanyak 720 poin isi ulang.

Kemudian Direktur perseroan, Tati melanjutkan pada semester 2 tahun ini, perseroan berniat melanjutkan pengembangan pada Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan memperbanyak Merchant. Dalam pengembangan ini perseroan menginisiasi penggunaan platform yang bernama Digital Cluster yang terintegrasi dengan WhatsApp untuk bertransaksi sehingga dapat meningkatkan produktivitas meskipun berada di daerah yang memiliki akses internet yang kurang memadai.

Berdasarkan data yang dimiliki perseroan pada kuartal pertama tahun 2020 Distributor Voucher berhasil menambah 3.800 merchant baru, dengan total 25.100 merchant UMKM yang menggunakan platform ini.

“Kami targetkan 40 ribu merchant yang dapat melayani 800 ribu user setiap harinya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Distribusi Stanley mengatakan untuk memuluskan rencana tersebut, pihaknya telah menyediakan anggaran Capital Expenditure/capex sebanyak Rp 40 miliar sebagai pembiayaan yang bersumber dari kas internal perseroan saat ini yakni Rp 124 miliar.

“Apabila kondisi perekonomian Indonesia telah kondusif kami harap dapat menggelontorkan dana lebih besar lagi untuk mempercepat ekspansi dan investasi untuk memperkuat infrastruktur dan ekosistem digital yang kami miliki,” kata dia.

Langkah ini menjadi lanjutan dari emiten berkode saham DIVA ini dalam memperkuat jaringan bisnisnya. Seperti yang diketahui sebelumnya perseroan telah berinvestasi pada perusahaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence dari PT Antares Global Teknologi (Bahasa.ai), untuk memperkuat DIVA Intelligent Instant Messaging (IIM).

Bahasa.AI ini nantinya dapat mengaplikasikan algoritma jaringan netral yang unik bagi Bahasa Indonesia dan memungkinkan platform chatbot untuk berinteraksi dengan konsumen secara alami, sama halnya dengan berbicara dengan asisten pribadi atau teman.

Kelebihan lainya chatbot Bahasa.ai adalah fitur Push Notification, yang menawarkan calls-to-action yang relevan, berdasarkan profil konsumen dan riwayat transaksi yang ada.

Melalui Bahasa.ai, perseroan bertujuan untuk meningkatkan bisnisnya dengan mentransformasi bisnis model perusahaan, dari B2B2C (Business-to-Business-to-Customers) ke B2C (Business-to-Customers), yang memungkinkan akses ke user engagement dan memfasilitasi akses ke produk dan layanan yang relevan dengan respons yang lebih cepat dan lebih akurat.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN