Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Integra Indocabinet. Foto: DEFRIZAL

Integra Indocabinet. Foto: DEFRIZAL

Peluang Pertumbuhan Integra Indocabinet

Kamis, 6 Agustus 2020 | 06:22 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) masih memiliki outlook positif dalam jangka panjang. Prospek tersebut didukung oleh tren peningkatan permintaan furnitur dan bahan material bangunan dari kayu untuk pasar dalam dan luar negeri.

Perseroan juga bakal diuntungkan oleh perubahan pasar Amerika Serikat (AS), dimana Negara Adi Daya tersebut mulai mengurangi impor furnitur dan bahan bangunan dari Tiongkok dan mengalihkan sebagian dari Indonesia.

Sedangkan Integra Indocabinet merupakan produsen furniture terkemuka dengan keahlian tinggi di Indonesia.

“Kami memperkirakan pertumbuhan laba bersih Integra Indocabinet berlanjut pada semester II tahun ini dan beberapa tahun mendatang. Diperkirakan, peningkatan laba bersih perseroan pada semester II tahun ini mencapai 33% dibandingkan pencapaian periode sama tahun lalu,” tulis analis Trimegah Sekuritas Hasbie dan Sebastian Tobing dalam risetnya, baru-baru ini.

Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut, menurut Hasbie dan Tobing, ditopang oleh pengalihan pembelian barang furnitur Amerika Serikat (AS) dari Tiongkok ke Indonesia.

AS diperkirakan memperbesar pembelian barang furniture dari Indonesia dalam beberapa tahun mendatang, seiring perang dagang antara AS dan Tiongkok. Hal itu tentu bisa berdampak positif terhadap penjualan produk dan kinerja keuangan perseroan.

Selain penguatan pasar luar negeri, permintaan bahan bangunan di Indonesia masih memiliki tren bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini sejalan dengan ekspektasi pengembangan property yang akan bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang.

Hasbie dan Tobing juga menilai bahwa ekspektasi segera pulihnya ekonomi AS akan berdampak positif terhadap ekspor furnitur perseroan ke depan. Perbaikan ekonomi tentu akan berimbas terhadap peningkatan daya beli masyarakat yang secara langsung berkorelasi terhadap konsumsi furniture dan bahan-bahan bangunan yang terbuat dari kayu.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuri- tas untuk merekomendasikan beli saham WOOD dengan target harga Rp 630. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2020 dan 2021 berkisar 10,2 kali dan 8,1 kali. Target tersebut juga menggambarkan kemampuan perseroan untuk tetap bertumbuh, meski ekonomi sedang terdampak pandemi Covid-19.

Terkait realisasi kinerja keuangan Integra Indocabinet hingga semester I-2020,

Hasbie dan Tobing mengungkap- kan bahwa pencapaian tersebut sudah sesuai dengan harapan Trimegah Sekuritas. Sebab, Integra Indocabinet masih mampu mencetak peningkatan penjualan, meskipun laba bersih turun tipis akibat penurunan margin keuntungan. Integra Indocabinet mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 16% menjadi Rp 1,13 triliun sepanjang semester I-2020 dibandingkan periode sama tahun 2019 yang senilai Rp 978 miliar.

Laba operasional perseroan juga meningkat dari Rp 232 miliar menjadi Rp 236 miliar. Sedangkan laba bersih turun sebesar 8% dari Rp 123 miliar menjadi Rp 114 miliar. Penurunan laba sejalan dengan pelemahan margin keuntungan bersih perseroan dari 13% menjadi 10%.

Pertumbuhan pendapatan perseroan juga ditopang oleh penjualan secara daring. Metode penjualan ini dinilai bermanfaat untuk mempertahankan pertumbuhan volume penjualan di tengah masa pandemi seperti sekarang.

Pertumbuhan juga didukung oleh berlanjutnya inovasi produk perseroan. Trimegah Sekuritas memperkirakan peningkatan laba bersih Integra Indocabinet menjadi Rp 37 miliar tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu yang mencapai Rp 34 miliar.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan proyeksi peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 2 triliun menjadi Rp 2,45 triliun.

Sedangkan pendapatan dan laba bersih perseroan tahun 2021 ditargetkan masingmasing Rp 2,99 triliun dan Rp 304 miliar.

Integra Indocabinet merupakan produsen kayu furniture terintegrasi yang berdiri sejak 1989 dan berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Produk utama perseroan adalah furniture yang diperuntukkan bagi penggunaan dalam maupun luar ruangan bagi konsumen rumah tangga, perkantoran, dan perhotelan.

Perseroan juga memproduksi bahan bangunan dari kayu, seperti pintu kayu, bingkai jendela kayu, dan produk-produk lain yang terbuat dari kayu dan rotan. PT Integra Indo Lestari adalah pemegang saham pengendali perseroan sebesar 68,1%. Sisa saham milik publik sebesar 31,9%.

Dalam laporan keuangan tahun 2019, perseroan menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan konsolidasi atas fasilitas produksi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi. Melalui fasilitas produksi entitas anak PT Intertrend Utama difokuskan pada produksi building components, seperti millwork, wooden blind, dan plywood.

Sedangkan fasilitas produksi furnitur pada Intertrend dipindahkan ke perseroan yang juga fokus pada produksi building components untuk diekspor ke AS dan Tiongkok. Perseroan sendiri telah menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi untuk meningkatkan kapasitas produksi millwork sekaligus untuk menghasilkan produk baru wooden blind.

Ke depan, perseroan mendiversifikasi produk dan memperlebar pangsa pasar, sehingga dapat memperluas jaringan konsumen tanpa terkendala oleh masalah kapasitas produksi.

Perseroan sebagai salah satu perusahaan furnitur terbesar di Indonesia masih memiliki pangsa pasar yang masih kecil di pasar AS yang merupakan importir produk kayu olahan terbesar di dunia. Karena itu, perseroan memiliki peluang yang besar untuk meningkatkan pangsa pasar, terutama untuk produk furnitur kayu dan building component di AS dengan mengambil porsi Tiongkok yang terus berkurang akibat perang dagang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN