Menu
Sign in
@ Contact
Search
Lo Kheng Hong. Foto: IST.

Lo Kheng Hong. Foto: IST.

Saham Global Mediacom Terkerek Lo Kheng Hong Effect

Selasa, 18 Aug 2020 | 22:35 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) melonjak signifikan hingga 25% ke posisi Rp 290 pada perdagangan Selasa (18/8), yang membuat saham tersebut menempati posisi teratas top gainers. Kenaikan cenderung dipicu oleh aksi investor kawakan Lo Kheng Hong yang baru-baru ini memborong saham Global Mediacom.

Sinyal kenaikan mulai terjadi saat Lo Kheng Hong mengunggah foto di depan kutipan Group Chairman of MNC Group Hary Tanoesoedibjo pada Selasa (11/8). Foto tersebut beredar luas di media sosial. Kemudian, hal itu direspons pemodal pada Rabu (12/8), yang tercermin pada penguatan saham BMTR sebesar 24,53% ke posisi Rp 264.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, sentimen borong saham Lo Kheng Hong memang lebih kuat dibanding sentimen aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement Global Mediacom. Pihaknya merekomendasikan investor ritel wait and see terhadap laju saham Global Mediacom.

“Investor ritel perlu paham jika Lo Kheng Hong itu adalah tipe investor jangka panjang, jadi tidak mencari keuntungan dalam jangka pendek. Sehingga sewaktu-waktu saham BMTR pasti akan koreksi. Investor ritel perlu sadar risiko,” jelas William kepada Investor Daily, Selasa (18/8).

Advertisement

Data pemegang saham yang dipublikasikan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, Lo Kheng Hong membeli sebanyak 942,18 juta saham BMTR. Jumlah itu mewakili sebanyak 6,14% saham per 14 Agustus 2020 dari sebelumnya nihil. Pembelian terekam dengan enam kali tahapan yakni 4,59 juta saham, 6,90 juta saham, 100 saham, 52,84 juta saham, 177,74 juta saham, dan 700 juta saham.

Sementara itu, baru-baru ini, Global Mediacom menetapkan harga pelaksanaan private placement sebesar Rp 200 per saham. Perseroan berniat menerbitkan hingga 700 juta saham. Alhasil, dana segar yang berpotensi diraih sebesar Rp 140 miliar. Pada prospektus sebelumnya disebutkan, private placement ini menimbulkan efek dilusi 7,53%.

Global Mediacom berencana menggunakan dana hasil private placement untuk memperkuat struktur pemodalan. Perseroan akan melakukan pengurangan tingkat hutang, dan untuk modal kerja dalam operasional sehari-hari. Perseroan membuka seluas-luasnya kesempatan terhadap calon investor yang akan membeli saham baru perseroan.

Global Mediacom telah mengantongi restu pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 11 Agustus 2020. Adapun, struktur pemegang saham perseroan per 30 Juni adalah PT MNC Investama Tbk (BHIT) sebanyak 50,12% dan masyarakat 49,88%.

Perseroan tercatat membukukan pendapatan Rp 5,86 triliun, turun 7,84% dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,36 triliun. Hal ini salah satunya dipicu oleh penurunan pendapatan iklan nondigital atau iklan konvensional yang menjadi kontributor utama perseroan.

Pendapatan yang berasal dari anak usaha, yakni PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) turun 13,5% secara tahunan menjadi Rp 3,2 triliun. Sementara itu, laba bersih Global Mediacom tercatat turun 7,71% menjadi Rp 551 miliar hingga semester I-2020 dari periode sama tahun lalu Rp 597 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com