Wika Beton Bidik Proyek di Kawasan Asia Tenggara
JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau Wika Beton berencana memperluas bisnisnya ke luar negeri. Negara yang dibidik untuk mendukung ekspansi tersebut adalah kawasan Asia Tenggara.
Sekretaris Perusahaan Wika Beton Yuherni Sisdwi Rachmiyati mengatakan, sebelumnya perseroan sudah mengerjakan beberapa proyek di luar negeri, salah satunya di Aljazair, pada 2007. "Kami sempat install pabrik di Aljazair. Kami juga mengerjakan jalan bebas hambatan dari Maroko ke Tunisia,” kata dia dalam acara BRI Danareksa Sekuritas, baru-baru ini.
Tahun ini, Wika Beton mengikuti proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) di Manila, Filipina, yang dikerjakan oleh PT Inka (Persero). Dalam pembangunan proyek ini, Wika Beton sudah mengirim bantalan untuk jalan rel. “MRT yang dibangun akan terbentang dari bagian utara ke selatan Filipina, namun sekarang masih seputaran Manila dulu. Kami masih menunggu untuk kelanjutan pembangunan fisiknya," jelas dia.
Ke depan, Wika Beton berencana untuk meningkatkan ekspansi ke negara di kawasan Asia Tenggara. Ekspansi ini dilakukan melalui anak usahanya, PT Citra Lautan Teduh. Saat ini, Citra Lautan Teduh sengaja dioperasikan di Batam agar bisa menangkap proyek di Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand.
"Kami menggunakan Citra Lautan Teduh agar bisa masuk ke negara terdekat di Asia Tenggara, termasuk Timor Leste. Kami ikut ambil bagian pada proyek yang dikerjakan Wijaya Karya," tutur Yuherni.
Citra Lautan Teduh adalah satu dari empat anak usaha Wika Beton dengan kepemilikan saham sebesar 99,5%. Selain Citra Lautan Teduh, Wika Beton memiliki PT Wika Krakatau Beton dengan kepemilikan saham sebesar 60%, PT Wika Kobe dengan kepemilikan 51%, dan PT Wika Pracetak Gedung dengan kepemilikan 49%.
Yuherni yang akrab disapa Yayuk ini mengungkapkan, Wika Beton akan terus mengembangkan anak usahanya tersebut. Salah satu usaha untuk mengembangkannya melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Namun, rencana tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Kami akan mantapkan dulu bisnisnya, baru kemudian IPO. Persiapan untuk melahirkan perusahaan yang benar-benar sehat bisa sampai 2024, setelah semua sehat baru dipikirkan untuk IPO," jelas dia.
Pengembangan anak usaha ini tentunya juga akan mendukung kinerja Wika Beton secara keseluruhan. Namun, untuk tahun ini, perusahaan harus merevisi sejumlah target akibat pandemi Covid-19. Perseroan merevisi target kontrak baru menjadi Rp 5,25 triliun dari semula Rp 11,47 triliun. Hingga Oktober 2020, perseroan sudah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 2,96 triliun.
Perolehan kontrak baru pada Oktober 2020 paling banyak berasal dari sektor infrastruktur sebesar 76,21%. Kemudian, dikontribusi oleh sektor energi 12,75%, sektor properti 9,7%, sektor industri 1,01%, dan sektor pertambangan 1,01%.
Adapun 10 proyek besar yang menyumbang perolehan kontrak baru adalah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebesar Rp 240,62 miliar. Selanjutnya, proyek Dermaga Patimban, Tol Indrapura-Kisaran, Tol Tebing Tinggi-Parapat, Terminal Kijing, Jakarta International Stadium, RDMP Balikpapan, Jembatan Tahang, Tol Pekanbaru-Dumai, serta jalan Bandara NYIA.
Selain merevisi target kontrak baru, Wika Beton juga merevisi target pendapatan 2020 menjadi Rp 4,98 triliun dari semula sebesar Rp 9,49 triliun. Target laba bersih juga direvisi menjadi Rp 107 miliar dari semula Rp 561,2 miliar.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Dapatkan info hot pilihan seputar ekonomi, keuangan, dan pasar modal dengan bergabung di channel Telegram "Official Investor.ID". Lebih praktis, cepat, dan interaktif. Caranya klik link https://t.me/+oCMJPFzpWeg0OGZl, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS
Berita Terkait
Berita Terkini
Premi Unit Link Masih Melambat
Premi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link turun. Tren itu diikuti dengan penyusutan klaim.Waskita (WSKT) Kembalikan Uang Negara Rp 3 T, Singgung Nasib Dua Ruas Tol
Waskita Karya (WSKT) mengembalikan uang negara Rp 3 triliun, menyusul pembatalan PMN. Lantas, bagaimana kelanjutan dua ruas tol?Lagi Naik Daun, Penjualan Granola Timur Tengah Tembus 200 Ribu Kg
Granola diyakini mengandung serat yang tinggi, sehingga baik untuk dikonsumsi sebagai sarapan atau camilan.Koleksi 270 Pukulan, Nitithorn Thippong Juara
Gelar juara tersebut adalah kemenangan ketiganya dalam Asian Tour.Indonesia-AS Gelar Latihan Bersama Keamanan Fasilitas Pelabuhan di Batam
Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) bersama U.S. Department of Homeland Security akan menyelenggarakan kegiatan Joint Exercise ISPS Code Fasilitas Pelabuhan pada 7-8 Agustus 2023 di Pelabuhan Batam.Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 5,1% di Kuartal II
Pengeluaran konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh cukup tinggi, berkisar 4,9% atau setara dengan 53% dari total pembentukan PDB 2023.Tag Terpopuler
Terpopuler


