Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto iIustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto iIustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

11 Emiten Bersiap Terbitkan Saham Baru

Senin, 7 Desember 2020 | 10:33 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak 11 emiten akan menerbitkan saham baru melalui mekanisme rights issue dan private placement pada sisa waktu tahun ini hingga Februari 2021. Dana hasil aksi korporasi tersebut bakal dipakai untuk membiayai ekspansi usaha dan membayar utang.

PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) atau Pigijo menawarkan sebanyak 918,75 juta saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Harga pelaksanaan Rp 50 per saham. Emiten kategori start-up yang sahamnya tercatat di BEI pada Januari lalu ini akan mengantongi dana segar Rp 45,93 miliar.

Advertisement

Manajemen Pigijo telah mengantongi izin pemegang saham untuk aksi korporasi ini pada Agustus silam. Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 Desember, sehingga periode perdagangan HMETD dapat dilakukan pada 5-12 Januari 2021.

Chief Executive Officer (CEO) Pigijo Adi Putera Widjaja mengatakan, perseroan akan menggunakan dana hasil rights issue untuk pembenahan internal. Sebab, pandemi Covid-19 telah membuat banyak sekali perubahan. Tahun depan, perseroan juga masih mengandalkan strategi bertahan dan menjaga cash flow.

Sebagai platform digital tourism marketplace, Pigijo optimistis prospek industri pariwisata tetap bagus ke depan dan manajemen berupaya melewati dengan baik masa-masa peralihan pandemi Covid-19. “Kami juga memperkuat branding dan sosialisasi Pigilearning (kursus online) yang mempersiapkan para lokal expert memasuki era new normal,” kata Adi kepada Investor Daily, Minggu (6/12).

Berdasarkan prospektus, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya saat rights issue Pigijo akan mengalami dilusi kepemilikan maksimum 75%. Dua pemegang saham perseroan, yakni PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) dan Ing Cindy Eva telah memberikan konfirmasi untuk menyerap saham baru perseroan, sedangkan Claudia Ingkiriwang tidak akan melaksanakan haknya.

Rencana penerbitan saham baru.

Sementara itu, pada emiten lainnya, private placement PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau TPS Food diperkirakan masih terus berlanjut. Perseroan tercatat telah merealisasikan dua kali pencatatan saham baru dengan total perolehan dana segar Rp 949 miliar. Rinciannya, perseroan meraih Rp 499 miliar dengan melaksanakan pencatatan 2,38 miliar saham baru pada 9 November. Harga pelaksanaan non-HMETD tersebut Rp 210 per saham. Kemudian, perseroan mencatatkan 2,14 miliar saham baru pada 27 dan 30 November dengan harga pelaksanaan yang sama. Dari aksi kedua ini, perseroan mengantongi dan Rp 450,1 miliar.

Sebagai informasi, total penawaran saham baru yang ditargetkan TPS Food mencapai 6 miliar saham dengan dana segar hingga Rp 1,26 triliun. Perseroan berniat menggunakan dana tersebut untuk pelunasan utang.

Di sisi lain, TPS Food siap membeli kembali tiga surat utang yang sudah diterbitkan sebelumnya senilai Rp 476,98 miliar. Surat utang tersebut adalah Obligasi TPS Food I Tahun 2013 (Obligasi I), Sukuk Ijarah TPS Food I Tahun 2013 (Sukuk I), dan Sukuk Ijarah TPS Food II Tahun 2016 (Sukuk II) yang dimiliki oleh lembaga keuangan non-BUMN.

“Pembelian rencananya akan dilaksanakan pada 22 Desember 2020 sebagai bentuk pelunasan penuh atas Obligasi I, Sukuk I, dan Sukuk II berikut bunga yang terutang dan yang masih harus dibayar di dalamnya,” jelas manajemen.

Grup Bakrie

Sementara itu, empat emiten Grup Bakrie siap menggelar aksi korporasi dalam periode waktu yang saling berdekatan. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membidik Rp 1,6 triliun dari rights issue yang telah disetujui pemegang saham pada 11 November lalu. Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 14 Januari 2021.

Perseroan menjadwalkan distribusi dan pencatatan HMETD masing-masing pada 27 dan 28 Januari 2021. Kemudian, periode perdagangan HMETD akan berlangsung pada 28 Januari-5 Februari 2021. Sedangkan periode distribusi saham dan waran seri II hasil HMTED secara elektronik pada 1-9 Februari 2021.

Rencana rights issue PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga telah disetujui pemegang saham pada 30 November. Emiten minyak dan gas ini akan merilis maksimal 20 miliar saham baru. Menurut Investor Relations Energi Mega Persada Herwin Hidayat, prospektus yang berisi rincian rights issue akan disampaikan ke OJK dalam waktu dekat.

Selanjutnya, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menjadwalkan RUPSLB pada 23 Desember 2020 dalam rangka persetujuan rencana private placement. Aksi ini merupakan bagian dari konversi utang senilai Rp 241,39 miliar menjadi saham baru perseroan. Kreditur perseroan yang terlibat aksi ini adalah Poseidon Corporate Services Ltd dan PT Mateo Sagraha Atlantis (MSA).

Tak ketinggalan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga berencana membayar utang US$ 23,8 juta kepada Highrank Investment Ltd dengan menukar sebanyak 5,87 miliar saham baru. Perseroan menjadwalkan RUPSLB pada 18 Desember dan pelaksanaan private placement ditargetkan pada 7 Januari 2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN