Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Foto: Perseroan.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Foto: Perseroan.

J Resources Siapkan 'Capex' US$ 136 Juta

Kamis, 10 Desember 2020 | 09:44 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 136 juta pada 2021. Belanja modal ini akan digunakan untuk menyelesaikan proyek Doup di Sulawesi Utara, serta keperluan lainnya.

Direktur J Resources Sanjaya Yang mengatakan, sejauh ini, pengerjaan proyek Doup sudah menuntaskan penandatanganan kontrak dengan SGS Bateman pada Oktober 2020. "Kontrak yang ditandatangani terkait engineering design," kata dia dalam paparan publik secara virtual, baru-baru ini.

Perseroan juga menandatangani kerja sama dengan PLN untuk pasokan listrik sebesar 20 MVA pada Oktober 2020. Sementara, penempatan mesin long lead dan peralatan ditargetkan mulai bulan ini. Proyek Doup berlokasi di blok Doup, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara dan ditargetkan rampung pada 2021. Proyek ini diharapkan memproduksi emas sebanyak 80-90 ribu ounces per tahun. "Proyek Doup memiliki cadangan emas sebanyak 1,9 juta ounces dan life time of mine 10-15 tahun," papar dia.

Sementara itu, Direktur Utama J Resources Edi Permadi mengatakan, perseroan tengah menggarap proyek Bakan di Kabupaten Bolaang Mongondow. Produksi emas proyek ini ditargetkan mencapai 500 ribu ounces emas. Ekspansi proyek Bakan sedang memasuki bagian Main Ridge, North Main Ridge, Campsite, Vila dan Osela. Perseroan juga melakukan pengeboran secara intensif di Tapagale dan Jalina. "Dari eksplorasi Tapagale, kami menargetkan produksi emas 250-350 ribu ounces," jelas dia.

Selain proyek di dalam negeri, J Resources menggarap Proyek Penjom di Malaysia. Proyek ini dimulai pada kuartal IV-2020 dengan memproduksi emas dengan tailing stock facilities (TSF). Dengan pengembangan beberapa proyek ini, produksi emas perseroan diharapkan meningkat, sehingga kinerja keuangan perseroan diharapkan bertumbuh ke depan. Tahun ini, J Resources menargetkan produksi sebesar 155 ribu ounces.

Hingga kuartal III-2020, J Resources membukukan rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 4,38 juta. Nilai ini berbanding terbalik dibandingkan pencapaian pada kuartal III tahun lalu yang mencatat laba sebesar US$ 8,58 juta.

Kerugian ini dipicu penurunan penjualan perseroan sekitar 1,74% dari US$ 188,69 juta pada kuartal III-2019 menjadi US$ 185,39 juta pada kuartal III-2020. Hal ini juga disebabkan oleh penyesuaian nilai wajar atas instrumen lindung nilai sebesar US$ 2,63 juta.

Siapkan Obligasi

Lebih lanjut, untuk mendukung kinerja tahun depan, perseroan berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 384 miliar pada Januari 2021. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I dengan nilai total Rp 3 triliun. "Obligasi ini kami terbitkan untuk refinancing medium term notes (MTN) yang akan jatuh tempo pada Februari 2021 senilai Rp 300 miliar," terang dia.

Sebelumnya, perusahaan sudah menyelesaikan Obligasi Berkelanjutan I Tahap VI dengan nilai yang berhasil diraih sebesar Rp 415 miliar. Hasil emisi ini lebih rendah dari penawaran awal sebesar Rp 500 miliar. Namun demikian, Sanjaya menjelaskan, hasil ini sudah melebihi target perseroan untuk membayar MTN jatuh tempo sebesar Rp 380 miliar.

"Setelah diskusi dengan underwriter, hasil emisi ini sudah sesuai dengan yang diharapkan, bahkan melebihi target untuk refinancing utang sebesar Rp 380 miliar," ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN