Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Fokus Pasar: BI Pertahankan Suku Bunga BI7DRR 3,75%

Jumat, 18 Desember 2020 | 09:18 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75% dan suku bunga kredit tetap 4,5%. Hal ini seiring dengan keputusan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas ekestenral yang terjaga dan upaya pemulihan ekonomi nasional.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (17/12). Dalam pertemuan ini, demikian riset harian Pilarmas Sekuritas, Jumat (18/12), BI mengungkapkan kinerja perekonomian global terus menunjukan perbaikan dan diperkirakan akan meningkat 2021.

Proyeksi tersebut berdasarkan perkembangan sejumlah indikator dini pada November 2020, yang mengkonfirmasi perbaikan ekonomi global yang terus berlangsung. Ekonomi global diprediksi tumbuh 5% pada 2021.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa ketidakpastian pasar keuangan menurun didorong ekspektasi positif terhadap prospek perbaikan ekonomi global karena ketersediaan vaksin. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan cenderung positif pada kuartal IV-200 seiring dengan penguatan ekspektasi konsumen terhadap penghasilan, penguatan PMI produksi manufaktur serta prospek vaksinasi.

Sedangkan untuk keseluruhan tahun, Bank Indonesia meyakini ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran minus 1% hingga minus 2% pada akhir tahun 2020.

Dari global, Bank of England telah membuat keputusan untuk tidak mengubah tingkat suku bunganya pada pertemuan terakhir tahun ini, dimana adanya ketidakpastian terkait dengan proses Brexit yang masih berlangsung.

Dengan adanya keputusan tersebut, Komite Kebijakan Moneter menilai bahwa target pembelian obligasi harus ditingkatkan hingga £ 150 miliar per bulan, dan berusaha untuk menyakinkan para pejabat bahwa Bank Sentral masih memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan sesuatu yang lebih banyak, meskipun pada akhirnya nilai pembelian tersebut tidak berubah.

Di sisi lain, di tengah situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, ketidakpastian Brexit masih menjadi satu hal yang menggantung bahkan ketika deadline tinggal beberapa hari lagi. Bank Sentral Inggris mengatakan akan melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk mendukung perekonomian meskipun hasil Brexit tidak dapat diketahui.

Selain itu, Bank Sentral Inggris juga engah menjajaki kemungkinan apabila Inggris melakukan penurunan tingkat suku bunga hingga negatif.

Pilarmas menilai, sejauh ini kontribusi Bank Sentral masih menjaga pasar agar dapat berfungsi dengan baik dan menjaga biaya pinjaman agar tetap rendah di tengah gejolak perekonomian di sektor riil. Hal tersebut dapat mendorong perbankan untuk dapat menyalurkan kredit untuk mendorong perekonomian.

Sejauh ini angka pengangguran masih akan mengalami peningkatan di Inggris, karena Bank Sentral Inggris melihat bahwa tingkat pengangguran masih akan mengalami kenaikkan hingga 7,5% tahun depan.

Kemudian, perekonomian di Inggris diperkirakan akan mengalami penurunan hingga 8% dalam pertumbuhan jangka panjang, dan apabila Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan, maka berpotensi turun hingga 10%.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com