Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Foto: Laporan tahunan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk.

Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Foto: Laporan tahunan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk.

Belanja Modal Rp 360 Miliar, Ini Rencana dan Target Bakrie Plantations

Jumat, 25 Des 2020 | 12:42 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 360 miliar tahun depan. Belanja modal ini akan digunakan untuk keperluan perkebunan maupun non-perkebunan.

Direktur Bakrie Sumatera Plantations Andi W Setianto mengatakan, dari total belanja modal sebesar Rp 360 miliar, sebesar Rp 150 miliar akan digunakan untuk keperluan perkebunan, yaitu penanaman kembali (replanting) kelapa sawit.

"Kami akan melakukan replanting dengan menggunakan bibit sawit Kosta Rika yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian. Bibit ini bisa menghasilkan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebanyak 10 ton per hektare (ha) dengan oil extraction rate 25%," kata dia dalam paparan publik secara virtual, Rabu (23/12).

Selain itu, perseroan akan menggunakan capex sebesar Rp 210 miliar untuk keperluan non-perkebunan, seperti untuk utilisasi pabrik, pembangunan infrastruktur, dan perizinan. Terkait dengan penambahan pabrik, perseroan masih mempertimbangkan kondisi produksi. "Setiap 10 ha produksi sawit, kami memang menambah satu pabrik," jelas dia.

Advertisement

Sejauh ini, Bakrie Plantations memiliki lima pabrik kelapa sawit, tiga pabrik karet, lima pabrik oleo chemical, satu kilang minyak, dan satu pabrik penghancur kernel. Pabrik ini berada di Tanjung Morawa dan Kuala Tanjung.

Dengan belanja modal tersebut, perseroan berharap bisa mendukung kinerja pada 2021. Andi mengungkapkan, tahun depan, Bakrie Plantations menargetkan produksi bisa bertumbuh 25%, yakni dari 114 ribu metrik ton (MT) CPO pada 2020 menjadi 143 ribu MT CPO pada 2021. Sementara hingga kuartal III-2020, Bakrie Plantations mencatat produksi CPO sebanyak 81,05 ribu MT. Produksi ini menurun dibandingkan kuartal III-2019 yang mencapai 91,5 ribu MT. 

Menurut Andi, penurunan produksi sebesar 11,4% itu terjadi karena adanya replanting di sejumlah unit kebun inti sawit. Selain itu, penurunan disebabkan juga oleh El Nino pada 2019 dan selektifnya penjualan kepada pihak ketiga.

Berbeda dengan produksi sawit yang menurun, produksi karet Bakrie Plantations justru meningkat 5,5%. Andi menyebutkan, pada kuartal III-2020, produksi karet perseroan mencapai 12,39 ribu ton dari 11,75 ribu ton pada kuartal III-2019. "Meningkatnya produksi karena pulihnya produksi karet dari penyakit pestalotiopsis yang menyerang daun pada 2019," ungkap dia.

Dari sisi penjualan, Bakrie Plantations membukukan penjualan sebesar Rp 1,73 triliun, meningkat 22% dibandingkan kuartal III-2019 yang mencapai Rp 1,42 triliun. Oleo chemical menjadi kontributor terbesar penjualan Bakrie Plantations, yakni sebesar Rp 734 miliar. Kemudian, CPO dan karet yang masing-masing tercatat sebesar Rp 660 miliar dan Rp 241 miliar.

Peningkatan penjualan seiring meningkatnya harga CPO dan oleo chemical. Pada kuartal III-2020, harga CPO dan oleo chemical meningkat masing-masing menjadi US$ 559 per MT dan US$ 1.355 per MT. Dengan peningkatan penjualan tersebut, laba kotor perseroan juga ikut meningkat. Hingga kuartal III-2020, laba kotor Bakrie Plantations mencapai Rp 242 miliar, meningkat 171,9% dibandingkan periode sama 2019 yang mencapai Rp 89 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com