Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto (kedua kiri), didampingi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen (kiri), dan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi pada acara Penutupan Perdagangan BEI 2020, di Jakarta, Rabu (30/12/2020).  Foto:. BeritaSatu Photo/Humas OJK

Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto (kedua kiri), didampingi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen (kiri), dan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi pada acara Penutupan Perdagangan BEI 2020, di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Foto:. BeritaSatu Photo/Humas OJK

2020, Tahun Kebangkitan Investor Ritel

Kamis, 31 Desember 2020 | 07:59 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tahun 2020 merupakan tahun kebangkitan investor ritel Indonesia. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan saat ini investor ritel mendominasi transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Tahun 2020 menjadi tahun kebangkitan bagi investor ritel domestik khususnya investor ritel," kata Wimboh saat penutupan perdagangan di BEI, Rabu (30/12/2020).

Di tengah arus dana keluar asing di pasar modal mencapai Rp 47,89 triliun sampai dengan 29 Desember 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan penguatan karena ditopang oleh derasnya dana masuk dari investor ritel.

Menurut dia, masuknya investor ritel dibarengi dengan bertumbuhnya jumlah investor di pasar modal yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksa dana. Sampai 29 Desember 2020, investor ritel tumbuh sekitar 56% mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID).

Investor saham tercatat naik sebesar 53% menjadi 1,68 juta SID. Jika dilihat dari jumlah investor aktif harian, hingga 29 Desember 2020 terdapat 94.000 investor atau naik 73% dibandingkan akhir tahun lalu.

Dari sisi supply, kata Wimboh, antusiasme korporasi untuk menggalang dana melalui penawaran umum ternyata masih terjaga di masa pandemi, di mana terdapat 53 emiten baru sepanjang 2020.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 51 perusahaan telah tercatat di bursa dan hal ini menjadi yang tertinggi di ASEAN. Sementara total penghimpunan dana melalui penawaran umum di tahun 2020 telah mencapai Rp 118,7 triliun.

Pilihan Investasi

Menurut Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, di tengah pandemi Covid-19 industri pasar modal tetap menjadi pilihan investasi masyarakat. Hal itu tercermin pada peningkatan minat investor untuk bertransaksi saham.

"Hal ini sangat baik sebab potensi nasabah baru di daerah cukup besar sebagai konsekuensi pembangunan ekonomi semakin merata di Indonesia," katanya.

OJK, kata dia, juga mendorong percepatan pembukaan rekening efek melalui simplifikasi pembukaan rekening efek.

Pandemi Covid-19 memang menjadi masalah perekonomian, tetapi di sisi lain mendorong proses digitalisasi lebih cepat. Saat ini banyak perusahaan sekuritas menerapkan pembukaan rekening tanpa tanda tangan basah. Ini menjadi menarik bagi investor ritel, khususnya milenial, yang bisa bertransaksi melalui gadget mereka.


 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN