Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS)

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS)

BEI Pantau Saham Diagnos Laboratorium Utama

Jumat, 29 Januari 2021 | 14:15 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  — Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) seiring dengan terjadinya aktivitas Unusual Market Activity (UMA).

Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (29/1), manajemen bursa menyampaikan bahwa saham Diagnos Laboratorium Utama mengalami peningkatan yang di luar kebiasaan.

“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ujar dia.

Sehubungan dengan aktivitas UMA tersebut, bursa mengharapkan para investor untuk memperhatikan jawaban Diagnos Laboratorium Utama terkait permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja perseroan serta keterbukaan informasinya.

Selain itu, para investor juga perlu untuk mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

“Investor juga perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” ujar dia.

Hingga berita ini dibuat, saham Diagnos Laboratorium Utama menguat 80 poin (10,67%) dengan level harga Rp 830 per saham. Saham perseroan dibuka di harga Rp 760 per saham dengan price earning ratio (PER) 63,26 dan market capital 1,04 triliun.

Aksi Bisnis

Sebelumnya, Diagnos Laboratorium Utama telah mengumumkan layanan pemeriksaan tes antibodi terbaru yang bernama  Anti SARS CoV-2S Quantitative. Perseroan menargetkan layanan terbaru ini berkontribusi hingga 12% terhadap pendapatan.

Manajer Medis Diagnos Laboratorium Utama Ricky Tjahyadi menjelaskan, tes jenis baru tersebut diharapkan menjawab pertanyaan masyarakat terkait pembentukan imunitas Covid-18 pasca vaksinasi.  Layanan ini menjadi pelengkap dari 400 jenis pemeriksaan yang sudah dimiliki oleh perseroan.

“Produk ini sangat berguna bagi masyarakat yang telah menjalani vaksinasi, untuk menentukan apakah tubuh seorang individu merespon vaksin dan membentuk imunitas dari penyakit Covid-19,” jelasnya dalam konferensi pers secara virtual.

Ricky menambahkan, metode pengambilan sampel subjek yang menggunakan tes Anti SARS CoV-2 S Quantitative dilakukan melalui pengambilan darah vena/serologi. Kemudian, proses analisa akan selesai dalam waktu  3 sampai 4 jam, sedangkan hasilnya akan diterima oleh pasien dalam 24 jam.

Untuk diketahui Anti SARS CoV-2S Quantitative adalah salah satu dari lima produk baru yang akan diluncurkan Diagnos tahun ini. Empat produk lain adalah Oncogenomics, Nutrigenomics, Pharmagenomics, Microorganism Culture

Managing Director Diagnos Laboratorium Utama Dennis Jacobus mengatakan, semua produk baru tersebut diharapkan akan berkontribusi sekitar 12% dari total pertumbuhan 21,1% yang diincar dan EBITDA naik 28% pada tahun 2021.

Untuk mengejar pertumbuhan itu, perseroan juga berencana memperluas area distribusi produk tersebut dengan membangun cabang baru di beberapa lokasi seperti Medan, Makassar dan Surabaya dengan tujuan akhir yakni seluruh daerah di Indonesia. Rencana ini dalam tahap feasibility studies. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com