Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Arah Pasar dan Saham Pilihan untuk Sepekan ke Depan

Minggu, 14 Februari 2021 | 21:44 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada kisaran 6.177-6.255 dalam sepekan ke depan, menyambut penetapan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI). Sejumlah saham emiten berkapitalisasi pasar besar (big caps) menjadi rekomendasi di kalangan investor. 

Analis PT Phillip Sekuritas Anugerah Zamzami menjelaskan, meski masih ada ruang penurunan, pihaknya memprediksi BI tetap menahan suku bunga acuan pada Februari ini agar nanti menyimpan kebijakan pemangkasan pada bulan-bulan berikutnya.

Pelaku pasar juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) terkait pandangan BI mengenai laju ekonomi ke depan. “Rilis neraca dagang bulan Januari Indonesia pada Senin juga dinanti. Selain itu, emiten-emiten mulai merilis laporan keuangan 2020,” jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (14/2).

Zamzami merekomendasikan pemodal untuk mencermati saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT United Tractors Tbk (UNTR, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Selama pekan lalu, IHSG mengalami penguatan 1,15% atau berada pada level 6.222,521 dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada pada level 6.151,729. Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan berubah 17,66% menjadi Rp 14,87 triliun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp 18,05 triliun.

Pada perdagangan saham, Jumat (12/2), investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 14,4 miliar. Sedangkan sepanjang 2021, investor asing masih mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 14,55 triliun. 

Sementara itu, bursa Wall Street (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat dengan mencetak rekor. Dow Jones Industrial Average naik 0,1% menjadi 31.458,40, mencapai level tertinggi baru sepanjang masa. S&P 500 dan Nasdaq Composite keduanya naik 0,5% masing-masing menjadi menjadi 3.934,83 dan menjadi 14.095,47. Investor berharap pada pembukaan kembali ekonomi serta stimulus Covid-19 tambahan.

Secara terpisah, analis Panin Sekuritas Wiliam Hartanto mengatakan, karena IHSG berhasil ditutup di atas 6.200 pada pekan lalu yang merupakan resitensi terkuat, maka IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dalam sepekan ke depan. Pihaknya memprediksi posisi support 6.200 dan resistance 6.300. Lebih lanjut, saham-saham yang menjadi pilihan antara lain saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan  PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). 

Dari sisi teknikal, analis PT Binaartha Sekuritas M Nafan Aji menjelaskan, berdasarkan rasio fibonacci, support dan resistance IHSG berada pada 6.179,13 hingga 6.256,03. Berdasarkan indikator, MACD telah berhasil membentuk pola golden cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal positif. “Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” kata dia. 

Nafan menjelaskan, pihaknya melihat pergerakan harga ICBP  masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi saham ICBP pada area level Rp 8.875-8.975, dengan target harga secara bertahap di level Rp 9.225, Rp 10.700, Rp 12.175 dan Rp 13. 650.

Adapun saham emiten grup Salim lainnya yakni INDF juga mengindiaksikan adanya potensi stimulus beli. Investor bisa mengakumulasi beli ada area level Rp 6.125-6.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.450, Rp 6.550 dan Rp 7.000. 

Tak ketinggalan, saham BUMN seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang telah menguji garis MA 10, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Saham PTBA disarankan akumulasi beli pada area Rp 2.540-2.590, dengan target harga secara bertahap Rp 2.650, Rp 2.810, Rp 2.980, Rp 3.120, dan Rp 3.700.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN