Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi digital. Foto: Fancycrave1 (Pixabay)

Ilustrasi digital. Foto: Fancycrave1 (Pixabay)

Cetak Untung Saat Pandemi, Perusahaan Teknologi Digital Jadi Target Investor

Selasa, 16 Februari 2021 | 06:03 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perubahan gaya hidup masyarakat selama pandemi Covid-19 membuat beberapa perusahaan teknologi digital mencetak keuntungan. Jika perusahaan-perusahaan tersebut melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), sahamnya bakal menjadi target para investor.

Founder dan Koordinator Forum Indonesia Financial Watch (IFW) Abraham Runga Mali mengungkapkan, investor dapat mengincar saham-saham perusahaan di sektor teknologi digital yang memiliki fundamental bisnis mumpuni. Hal itu dapat terlihat dari revenue yang baik serta cashflow yang sehat.

Sebelumnya, BEI menyatakan bahwa beberapa perusahaan teknologi digital siap mencatatkan sahamnya di bursa lewat mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tahun ini.

“Saat pandemi, industri teknologi digital memiliki prospek yang bagus, seiring perubahan gaya hidup digital masyarakat. Pelaku bisnis harus menangkap peluang dari perubahan perilaku digital masyarakat ini dan menunjukkan pertumbuhan bisnis yang positif,” kata Abraham dalam keterangan tertulis, Senin (15/2).

Namun, dia mengakui, masih ada sejumlah pelaku bisnis di sektor teknologi digital yang belum mencetak keuntungan. Walau prospeknya bagus, tidak semua strategi bisnis yang dimiliki para pelaku bisnis bisa unjuk gigi.

“Mesti selektif memilih perusahaan yang berbisnis di sektor teknologi digital yang ingin melantai di bursa. Sebagai investor tentunya melihat prospek perusahaan yang sehat. Investor itu kebanyakan rasional dan banyak ragam pilihan di lantai bursa, sehingga emiten harus mampu bersaing dengan yang lainnya,” jelas dia.

Sementara itu, perusahaan berbasis teknologi digital yang memiliki fundamental sehat, menurut Abraham, salah satunya Ultra Voucher. “Berdasarkan penelusuran dan pemberitaan yang kami telaah, Ultra Voucher terlihat mencatatkan pertumbuhan bisnis yang bagus semasa pandemi,” ungkap dia.

Chief Operating Officer & Co-Founder PT Trimegah Karya Pratama (Ultra Voucher) Riky Boy Permata mengungkapkan, sebagai perusahaan pelopor dan agregator voucher diskon digital terbesar di Indonesia, telah membuktikan performa perusahaan yang sangat baik dan bertumbuh sehat kala pandemi melanda Indonesia. “Sepanjang tahun lalu, transaksi Ultra Voucher terus meningkat dan tumbuh hingga 200% serta downloader meningkat 50% menjadi kurang lebih 190.000 pengguna,” jelasnya.

Ultra Voucher yang merupakan perusahaan berbasis teknologi digital tersebut bertumbuh kurang lebih 100% per tahun sejak 2016 dan memiliki cashflow bagus juga fundamental bisnis yang baik.

Hingga saat ini, tambah Riky, Ultra Voucher telah bermitra dengan lebih dari 300 brand ternama dan lebih dari 40.000 outlet di seluruh Indonesia, mulai dari F&B, department store, lifestyle, e-commerce, hotel & travel, beauty & relaxation, entertainment, accessories & jewelery, bahkan investment. Jumlah ini akan terus tumbuh sejalan dengan kesepakatan kerja sama baru.

“Kami menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan antara konsumen dan juga para merchants, sehingga merchants tidak ragu untuk bekerja sama dengan Ultra Voucher. Selain itu, inovasi-inovasi yang kami lakukan semakin memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gaya hidupnya,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN