Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS).

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS).

Tes PCR Topang Lonjakan Laba Bersih Diagnos Laboratorium Hingga 468%

Selasa, 23 Maret 2021 | 19:22 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 468% menjadi Rp 52 miliar, sepanjang 2020. Pertumbuhan ini ditopang oleh produk Biomolecular dalam bentuk pemeriksaan Polymerase Chain Reactions (PCR).

Direktur Utama Diagnos Laboratorium Utama Mesha Rizal Sini menjelaskan, pertumbuhan laba ini  dapat tercapai berkat  produk Biomolecular yang digunakan pemeriksaan skrining penyakit Covid-19, dalam bentuk pemeriksaan Polymerase Chain Reactions (PCR).

“Sejak April 2020 sampai dengan 31 Desember 2020, kami telah berhasil melaksanakan sebanyak 148.577 pemeriksaan PCR,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/3).

Adapun pada periode tersebut, laba bersih yang dicatatkan perseroan berasal dari pendapatan sebanyak Rp 183 miliar. Realisasi ini meningkat hingga 256,8% dari periode yang sama pada tahun 2019 yakni Rp 51,3 Milyar.

Mesha menambahkan, terdapat beberapa faktor lainya yang menjadi penopang pertumbuhan selama tahun 2020, salah satunya yakni penambahan cabang dan outlet baru yang tersebar di daerah Denpasar, Padang.  Masing-masing cabang itu, berhasil menyumbang masing-masing 6,6% dan 0,5% terhadap total pendapatan tahunan perseroan.

Beriringan dengan pembangunan cabang, perseroan juga membangun beberapa outlet yang berlokasi di beberapa kota-kota strategis di Indonesia, yaitu Diagnos RS Graha Bakti Medika, Diagnos RS Edelweiss, Diagnos Klinik SOS Renon Denpasar, Diagnos Klinik Primecare Panglima Polim, Diagnos BIP Clinic Batam.

Lebih lanjut, ditahun yang sama perseroan juga meluncurkan layanan homecare dalam rangka meningkatkan kepuasan layanan kesehatan yang bermutu kepada para pelanggannya. Didukung dengan tenaga ahli dan profesional, layanan homecare telah menyumbang pendapatan sampai dengan 5,7 % dari total pendapatan perseroan.

“Dengan semangat terus memberikan layanan kesehatan yang berkualitas, kami telah melakukan penandatangan perjanjian pemeriksaan rujukan pada perusahaan-perusahaan layanan Kesehatan kelas dunia yaitu Mayoclinic yang berlokasi di Amerika, Prenetics yang berlokasi di Hongkong, dan Rumah Sakit Pantai yang berlokasi di Malaysia,” ujarnya.

Mesha menegaskan, masing-masing rumah sakit kelas dunia itu, menjadi pilihan untuk melengkapi layanan-layanan Kesehatan yang dimiliki perseroan untuk kebutuhan pelayanan pemeriksaan penyakit-penyakit kronis yang perawatannya tidak lumrah dilakukan di Indonesia. 

Produk Terbaru 2021

Sementara itu, Diagnos Laboratorium Utama belum lama ini mengumumkan layanan pemeriksaan tes antibodi terbaru yang bernama Anti SARS CoV-2S Quantitative. Perseroan menargetkan layanan terbaru ini berkontribusi hingga 12% terhadap pendapatan. 

Manajer Medis Diagnos Laboratorium Utama Ricky Tjahyadi menjelaskan, tes jenis baru tersebut diharapkan menjawab pertanyaan masyarakat terkait pembentukan imunitas Covid-18 pasca vaksinasi. Layanan ini menjadi pelengkap dari 400 jenis pemeriksaan yang sudah dimiliki oleh perseroan.

“Produk ini sangat berguna bagi masyarakat yang telah menjalani vaksinasi, untuk menentukan apakah tubuh seorang individu merespons vaksin dan membentuk imunitas dari penyakit Covid-19,” pungkasnya.

Editor : Elly Rahmawati (ely_rahmawati@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com