Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawati mengamati layar elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawati mengamati layar elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Dana Pekerja di Pasar Modal Dijamin Aman dan Prospektif

Rabu, 24 Maret 2021 | 10:49 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dana pekerja yang diinvestasikan di pasar modal dinilai aman dan prospektif, jika dikelola sesuai ketentuan investasi dengan memilih instrumen yang tepat. Investor disarankan untuk lebih hati-hati, jika perusahaan yang bisnisnya memburuk, memiliki utang besar, dan sahamnya mudah digoreng.

Hasan Zein Mahmud, pengamat ekonomi sekaligus investor di pasar modal, mengatakan hal itu dalam webinar bertajuk Dana Pekerja: Amankan Investasi di Pasar Modal? yang digelar oleh Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Selasa (23/3). “Jika bisnis memburuk dan diperkirakan berlangsung lama, maka investor harus mulai hati-hati,” katanya.

Pembicara lainnya adalah Ryan Kiryanto, ekonom dan staf ahli Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Adnan Topan Husodo, koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW).

Menurut Hasan, jika perusahaan memiliki utang yang besar, maka ekspektasi return on equity (ROE) akan lebih kecil dari yield obligasi, maka investor harus lebih waspada terhadap saham tersebut. “Jangan ragu untuk melakukan cut loss untuk mengindari kerugian yang lebih besar,” jelas dia.

Ciri-ciri lain dari saham yang harus dihindari adalah tidak likuid, harganya sering kacau, spread yang lebar, dan mudah sekali digoreng. Saham gorengan adalah saham yang kenaikan dan penurunan harganya direkayasa demi mendapatkan keuntungan jangka pendek.

Sementara itu, Ryan Kiryanto mengatakan bahwa OJK berkomitmen penuh menjamin keamanan investasi di pasar modal melalui kebijakan yang berorientasi bagi perlindungan investor.

Pengelolaan dana di pasar modal diawasi oleh OJK dan Securities Investor Protection Fund (SIPF). SIPF merupakan lembaga perlindungan dalam mengatasi masalah investasi yang hilang akibat adanya penipuan, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para investor dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Seperti diketahui, dana para pekerja di BP Jamsostek mencapai Rp 472,9 triliun. Sebanyak 65% atau setara dengan Rp 307,38 triliun dari dana tersebut diinvestasikan ke surat utang sebagai aset investasi di pasar modal. Sedangkan Rp 70,9 triliun (15%) diputar di bursa saham sebagai aset jangka panjang. Secara umum, BP Jamsostek memilih investasi di 45 saham unggulan di indeks LQ45.

Kemudian, Rp 52 triliun (11%) disimpan dalam bentuk deposito sebagai investasi untuk menjaga kebutuhan likuiditas jika ada peningkatan klaim. Di samping itu, sebanyak 8% dibelanjakan produk reksa dana dan sisanya sebesar 1% ditanam dalam bentuk properti dan penyertaan modal.

Webinar ini membahas keamanan dana para pekerja yang dikelola oleh BP Jamsostek. Menurut data, selama Agustus-September 2020, BP Jamsostek mengalami unrealized loss hingga Rp 43 triliun. Lalu, pada akhir Desember 2020, angkanya turun menjadi Rp 22,31 triliun, dan pada Januari 2021 tinggal Rp 14,42 triliun.

Pada akhir Februari bahkan sempat Rp 24 triliun, namun pada 19 Maret turun lagi jadi Rp 23,8 triliun. Potensi kerugian bisa naik dan bisa turun, tergantung harga saham di pasar modal yang menjadi portofolionya. Lazimnya pasar saham, ada kalanya naik dan turun.

Sementara itu, Adnan Topan Hosodo mengemukakan pencegahan korupsi di sektor finansial. Korupsi yang terjadi di BUMN maupun BUMD menyebabkan kerugian negara. Modus operandi korupsi yang paling banyak adalah penyalahgunaan wewenang dan laporan fiktif.

Menurut Adnan, mencegah korupsi dapat dilakukan dengan berbagai strategi, antara lain analisis risiko proses bisnis, regulasi, pengembangan red flag, investigasi, sting operation, penguatan pengawas internal, penguatan WBS, serta pengaturan dan pengelolaan konflik kepentingan.

Direktur Eksekutif LPDS Hendrayana mengatakan, tujuan menggelar webinar ini untuk memberikan pemahaman bagi wartawan bagi peliputan di bidang ekonomi, khususnya pasar modal. “Ini sesuai dengan visi LPDS yaitu meningkatkan kualitas pers di Tanah Air,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN