Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana Main Hall di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Suasana Main Hall di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kasus Hukum Berakhir Dorong Investor Institusi Masuk Pasar

Senin, 31 Mei 2021 | 11:45 WIB
Ester Nuky ,Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com) ,Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah harus all out membantu agar kasus hukum segera cepat berakhir, sehingga investor institusi bisa terdorong kembali masuk bursa saham dan menjaga pasar. Di tengah kondisi ekstrim pandemi Covid-19, pemerintah juga perlu mengeluarkan kebijakan terobosan dan memberi contoh konkret percaya ekonomi Indonesia segera pulih dengan misalnya buyback pada exchange traded fund (ETF).

ETF adalah reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif, yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Meski ETF merupakan reksa dana, produk ini diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan penjelasan BEI, ETF merupakan penggabungan antara unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana, dengan mekanisme saham dalam hal transaksi jual maupun beli. Namun, berbeda dengan reksa dana saham (stock mutual fund) yang perdagangannya melalui manajer investasi atau agen penjual reksa dana, ETF diperdagangkan melalui dealer partisipan di pasar primer dan broker mana pun di pasar sekunder.

Aset lembaga keuangan
Aset lembaga keuangan

Dealer partisipan saat ini di Indonesia ada enam, seperti Bahana Sekuritas dan Mandiri Sekuritas yang merupakan perusahaan pelat merah. Demikian benang merah rangkumanketerangan Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee, Direktur Utama Trimegah Sekuritas Stephanus Turangan, Ketua Umum Perhimpunan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Nur Hasan Kurniawan, serta ekonom dan pengamat pasar modal Patricia Marianne S. Mereka memberikan keterangan kepada Investor Daily secara terpisah.

“Saat ini, yang akan mendorong kembalinya investor institusi ke pasar saham adalah berakhirnya kasus hukum yang ada dan meredanya pandemi Covid-19. Ada potensi investor institusi untuk kembali ke pasar saham, sebab valuasi yang ada sampai kini masih cukup menarik,” ujar Hans Kwee baru-baru ini.

Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee. Foto: IST
Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee. Foto: IST

Stephanus Turangan mengatakan, pasar saham sangat membutuhkan investor institusi yang memang mengelola dana masyarakat maupun individu secara jangka panjang. Ini misalnya perusahaan-perusahaan asuransi, dana pensiun, dan institusi lain.

“Harus ada perhatian langsung dari regulator, agar investasi jangka panjang seperti saham tidak dinilai dengan volatilitas pasar modal jangka pendek. Hal ini untuk mengatasi masalah investor institusi lokal yang kini mengurangi kepemilikan di pasar saham, padahal pasar sangat membutuhkan institusi yang mengelola dana jangka panjang,” paparnya.

Pemerintah Harus Perhatian

Pertumbuhan ekonomi kuartalan sejumlah negara
Pertumbuhan ekonomi kuartalan sejumlah negara

Dihubungi terpisah, Senior Vice President & Executive DPLK Syariah Muamalat Sulistyowati menerangkan, investasi saham masih menjadi salah satu alternatif investasi yang prospektif dan memiliki outlook jangka panjangyang baik. Walau saat ini indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI sedang jatuh, tapi diyakini sampai pada waktunya akan rebound.

“Seiring dengan perekonomian domestic yang semakin membaik, IHSG juga diyakini akan meningkat. Pastinya juga, pemerintah akan ikut intervensi jika IHSG terus menurun,” ucap dia.

Sementara itu, pengamat dana pensiun sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Nur Hasan Kurniawan menegaskan agar pemerintah mendorong meningkatnya kembali kepercayaan asing.

Apalagi, pasar saham Indonesia kembali kehilangan peluang investasi dari luar negeri, usai keputusan broker saham PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia menghentikan kegiatan perantara perdagangan efek (PPE) di Indonesia. Ia mengatakan, peran foreign investor (investor asing) selama ini besar.

Ketua Umum Perhimpunan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Nur Hasan Kurniawan. Foto: IST
Ketua Umum Perhimpunan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Nur Hasan Kurniawan. Foto: IST

“Ambil contoh dibanding portofolio investasi saham BPJamsostek sekitar 20% dari dana kelolaan, peran investor asing selama ini lebih besar. Memang, penggerak pasar modal kita lebih pada investor asing,” kata dia ketika dihubungi Investor Daily, Rabu (26/5).

Pakar hukum pidana Universitas Al-Azhar (UAI) Suparji Ahmad menyayangkan keluarnya Morgan Stanley dari Indonesia. Ia mengatakan, adanya lembaga keuangan internasional yang cabut dari Indonesia harus menjadi perhatian dan warning bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Suparji menegaskan, seharusnya kejadian tersebut tidak boleh terjadi. Ia pun meminta Kejaksaan dalam proses penegakan hukum di pasar modal harus pula memperhatikan aspek ekonomi.

“Ini harus menjadi perhatian Presiden Jokowi. Penegakan hukum harus dilakukan dengan sangat hati-hati, lebih-lebih di tengah upaya pemulihan ekonomi pada masa pandemi ini,” ucapnya, Minggu (30/5).

Perkembangan IHSG
Perkembangan IHSG

Ia mengingatkan, Kejaksaan harus adil dalam proses penegakan hukum, namun tetap memperhatikan kondisi ekonomi di Indonesia agar tetap tumbuh. Jika penegakan hukum bisa adil, transparan, dan sesuai aturan yang baik, maka bisa menarik kembali para investor asing maupun dalam negeri untuk menanamkan modal di Indonesia.

Penyebab hengkangnya Morgan Stanley tersebut menjadi buah bibir di bursa Indonesia. Hal itu ditengarai akibat penegakan hukum yang kurang baik terkait penanganan kasus yang melibatkan lembaga keuangan.   (ant/ola)

Baca juga

https://investor.id/market-and-corporate/upaya-bumn-gaet-investasi

https://investor.id/market-and-corporate/kecil-kemungkinan-pasar-saham-anjlok

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN