Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Archi Indonesia. Foto: Perseroan.

PT Archi Indonesia. Foto: Perseroan.

Lepas 20% Saham, Archi Bidik Dana IPO Rp 3,97 Triliun

Senin, 31 Mei 2021 | 16:04 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id -  PT Archi Indonesia Tbk membidik dana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp 3,97 triliun. Aksi korporasi ini ditargetkan terealisasi bulan ini. Mayoritas raihan dana akan dimanfaatkan untuk membayar utang.

Berdasarkan prospektus yang disampaikan pada Senin, (31/5), Archi akan melepas sebanyak 4,96 miliar saham ke publik dengan harga penawaran berkisar Rp 750-800 per saham. Adapun saham yang dilepas ini mewakili 20% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Dalam IPO ini, Archi akan menggunakan laporan keuangan tahun 2020 sebagai syarat pengajuan pernyaataan efektif dari OJK. Archi juga menunjuk PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, serta PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dari IPO ini.

Direktur Archi Indonesia Adam Jaya Putra menjelaskan, perseroan sempat berencana menggelar IPO saham pada 2014. Hal ini seiring adanya permintaan pemegang saham pengendali, yakni Rajawali Group, menginginkan Archi tidak hanya tercatat di bursa London, namun juga bursa Indonesia.

"Pada 2013, Archi Indonesia sudah tercatat di bursa saham London, namun Rajawali Group yang saat itu memiliki 52% saham di Archi menginginkan perseroan yang memiliki aset di Indonesia untuk mencatatkan saham di Indonesia," ujar dia dalam acara Konferensi Pers Virtual pada Senin, (31/5).

Guna mendukung rencana tersebut, Rajawali kemudian meningkatkan sahamnya di Archi menjadi 98% dan kemudian 100%. Namun demikian, melihat harga saham yang kurang mendukung, perseroan menunda rencana untuk IPO pada 2014.

Kendati demikian, Wakil Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra menjelaskan, perseroan tetap berkeinginan untuk melakukan IPO saham. Perseroan juga meningkatkan kapasitas untuk bisa mendukung aksi IPO. Salah satunya adalah dengan meningkatkan cadangan emas, dari 2 juta ton pada 2014 menjadi 4 juta ton pada 2020.

Produksi emas, lanjut Rudy juga terus meningkat. Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, produksi emas Archi meningkat dari 200 ribu ons per tahun menjadi 270 ribu ons per tahun. "Dengan melihat track record dan kenaikan harga emas, kami melihat 2021 menjadi waktu yang tepat untuk melakukan IPO saham," ungkap dia.

Rudy melanjutkan, dengan menjadi perusahaan terbuka, perseroan bisa mengembangkan dan mengakselerasi rencana bisnis perseroan, sekaligus untuk meningkatkan tata kelola perusahaan. Tujuan lainnya adalah untuk mengajak masyarakat berinvestasi di saham Archi karena Archi memiliki eksposur penuh terhadap bisnis pertambangan emas yang merupakan komoditas dengan nilai yang stabil dan sangat menarik bagi investor.

Sedangkan rencana penggunaan dana hasil IPO saham, manajemen akan menyerap hingga 90% dana tersebut untuk pembayaran sebagian pokok utang bank. Sedangkan sisa dana lainnya untuk pembiayaan kegiatan operasional dan modal kerja.

Archi memiliki lokasi tambang di provinsi Sulawesi Utara, yakni Tambang Emas Toka Tidung. Produsen emas ini mulai beroperasi sejak 2011 dan telah memproduksi total 1,9 juta ons atau setara dengan 58 ton emas pada 2020. Archi juga memiliki cadangan bijih emas sebanyak 3,9 juta ons atau setara dengan 121 ton per akhir Desember 2020.

Saat ini, Archi memiliki dua kontrak karya yang dikelola oleh anak usaha, PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN). Kedua kontrak karya ini berlaku hingga tahun 2041, dan bisa mendapatkan dua kali perpanjangan, masing-masing untuk jangka waktu maksimum 10 tahun.

Dengan pertumbuhan volume produksi yang stabil sejak tahun 2011, Archi telah memproduksi lebih dari 200 kilo ons atau setara dengan 6,2 ton emas per tahunnya sejak tahun 2016. Archi sempat mencatatkan rekor produksi tertinggi sebesar 270 kilo ons atau setara dengan 8,4 ton emas. Hingga akhir tahun 2020, Archi baru mengeksplorasi dan menambang emas sekitar 10% dari total keseluruhan area konsesinya yang mencapai 40.000 hektare.

Dari sisi kinerja, Archi mencatatkan total pendapatan sebesar US$ 393,3 juta pada 2020 dan menjadi penyumbang nilai pajak dan royalti terbesar dari sektor industri pertambangan emas di Sulawesi Utara. Archi juga mencatatkan laba bersih sebesar US$ 123,3 juta pada tahun 2020.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN