Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Solusi Sinergi Digital Anggarkan 'Capex' Rp 400 Miliar

Jumat, 11 Juni 2021 | 05:45 WIB
Nabil Al Faruq

JAKARTA, investor.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 400 miliar tahun ini, yang akan digunakan untuk sejumlah rencana bisnis perseroan.

Direktur Utama Solusi Sinergi Digital Hermansjah Haryono mengatakan, capex pada tahun ini sebanyak Rp 350 miliar digunakan perseroan untuk pembangunan fiber optik di jalur kereta api PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan panjang 2.800 km. Sedangkan sisanya sebesar Rp 50 miliar digunakan untuk operasional bisnis lain.

Capex hingga Juni ini sudah kami serap secara proporsional. Adapun sumber pendanaan berasal dari berbagai sumber pinjaman dan ada juga dari partner atau investor baru,” ujar Hermansjah dalam paparan publik, Kamis (10/6). 

Direktur Pengembangan Bisnis Solusi Sinergi Digital Martha Rebecca menambahkan, pembangunan fiber optik tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan Juni 2021. Sepanjang 105 km akan membentang di Stasiun Manggarai hingga Stasiun Cikarang, dan Stasiun Manggarai sampai Tanjung Barat. Perseroan juga sudah menyelesaikan penyebaran fiber optik ini dari Stasiun Ciganea-Stasiun Sasaksaat yang berlokasi di Jawa Barat.

“Dengan adanya jaringan fiber optik tersebut, perseroan juga menargetkan akan terus mengembangkan lini bisnis dari pengembangan teknologi berbasis aplikasi. Pengembangan ini juga akan inline dengan digital advertising,” ujar dia.

Sebelumnya, Solusi Sinergi Digital resmi mencatatkan (listing) sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menjadi perusahaan tercatat ke 51 pada 2020. Perseroan meraup dana segar dari initial public offering (IPO) sebesar Rp 83 miliar.

Hermansjah mengatakan, perseroan akan menggunakan keseluruhan dana IPO untuk modal kerja, diantaranya adalah biaya pembayaran sewa ruang iklan, perlengkapan penunjang usaha periklanan dan overhead cost.

“Dengan IPO, kami akan menjadi pendorong perusahaan untuk menjadi perusahaan digital ecosystem terbesar di indonesia. Kami akan meningkatkan nilai korporasi serta menjaga keseimbangan bisnis dalam jangka panjang,” ujar Hermansjah.

Melalui IPO tersebut, emiten yang bergerak di bidang ads media, mobile apps, dan infrastruktur jaringan menawarkan 156,56 juta saham atau setara 8,04% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga penawaran Rp 530 per saham.

Selain itu, perseroan juga menerbitkan 283,02 juta saham dalam rangka konversi utang kepada PT Prambanan Investasi Sukses (PIS) dan PT Investasi Gemilang Maju (IGM). Jumlah tersebut setara 14,54% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dan konversi utang. Dengan begitu, kepemilikan publik setelah IPO dan konversi utang adalah sebesar 22,58%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN